Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Puluhan Warga Sale Mundur dari Program Bantuan Tunai karena Faktor Ini

16 September 2019, 13: 38: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

SEHAT BERSAMA: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto bersama warga Sale senam bersama dalam graduasi KPM PKH Sabtu kemarin.

SEHAT BERSAMA: Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto bersama warga Sale senam bersama dalam graduasi KPM PKH Sabtu kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

SALE, Radar Kudus – Usai ratusan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sale mengundurkan diri. Total keluarga penerima manfaat (KPM) di Sale yang mundur berjumlah 81 KK dari 1.500-an penerima.

Karena penerima dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH. Seperti bukan termasuk ibu hamil atau tidak mempunyai anak yang sedang bersekolah.

Seperti lainnya mereka juga diberikan penghargaan. Wujudnya berupa piagam. Piagam diberikan secara langsung Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Turut mendampingi Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto beserta unsur forkompimcam.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (DinsosPPKB), Sri Wahyuni menekankan Rembang sebelumnya di tingkat Provinsi Jateng menjadi yang terbanyak graduasi PKH. Demikian daerah tidak ada target khusus. Demikian upaya yang selama ini dilakukan sekaligus sosialisasi.

”Jadi ini dalam rangka menghimbau dan mengharap KPM. Kalau sudah mampu dapat mengundurkan diri dan dapat dialihkan yang tepat sasaran atau belum mendapatkan,” ungkapnya.

Terkait mundurnya KPM, kuota dapat diganti. Nanti penggantinya menggunakan hasil validasi data yang terbaru. Khususnya yang belum mendapatkan bansos tersebut. Selanjutnya diusulkan Kementerian Sosial.

Hanya saja Sri Wahyuni tidak tahu persis keluarnya kapan. Karena tidak dapat diprediksi. Namun pastinya dapat diganti. Terkait penggantiannya sesuai dengan jumlah yang keluar di masing-masing wilayah.

”Kuota PKH bertambah. Triwulan ini untuk penerimaan di akhir triwulan empat, Kabupaten Rembang bertambah kuota 4.009 penerima. Penambahan tidak hanya di Rembang, namun kabupaten lain,” terangnya.

Sri Wahyuni menambahkan PKH diberikan bagi yang memenuhi syarat. Seperti ibu hamil, mempunyai anak yang bersekolah, balita dan lansia serta disabilitas berat. Besaran bantuan yang diberikan berbeda.

Untuk yang diterimakan tergantung dari indikator. Misalnya, lengkap dapat mencapai Rp 2,5 juta-an/triwulan. Sementara yang paling kecil, misalnya mempunyai anak sekolah satu mendapatkan Rp 350  ribu. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia