Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Pamitan, Kapolres Rembang Bikin Pasar Murah

16 September 2019, 13: 20: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

PERIKSA KESEHATAN: Sejumlah ibu-ibu Bhayangkari membagikan pakaian dengan harga murah pada masyarakat membeli baju di pasar murah yang digelar Polres Rembang, kemarin.

PERIKSA KESEHATAN: Sejumlah ibu-ibu Bhayangkari membagikan pakaian dengan harga murah pada masyarakat membeli baju di pasar murah yang digelar Polres Rembang, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Kapolres Rembang, AKBP Pungky Buana Santoso pekan ini dijadwalkan serah terima jabatan baru. Kapolres lama akan mutasi di Polres Magelang. Sebaliknya pejabat yang baru di isi  Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Dolly A Primanto

Hal tersebut diamini Kapolres Rembang saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.  “Kalau tidak ada perubahan tanggal 20 September dilaksanakan serah terima jabatan di Mapolda. Keputusan ini sudah keluar tanggal 2 September. Selanjutnya menyesuaikan jabatan yang baru,” ungkap AKBP Pungky Buana Santoso, sembari menyebutkan jika acara juga dibarangi dengan donor darah dan  peringatan hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-67 yang dipusatkan di Alun-Alun Rembang.

Ditanya pengalaman di Rembang, Kapolres menyampaikan masyartakat di Kabupaten setempat luar biasa. Mungkin ini peran para kiai. Dari data yang dirinya pelajari 95 persen masyarakat Rembang santri.

Menurutnya, nilai kesantunan etika santri sangat dipegang teguh. Ini menjadi keuntungan dan keunggulan masyarakat setempat. Untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan sesuai aturan. Karena di pondok sudah terbiasa mengikuti aturan, tidak melanggar dan berdoa serta sebagainya.

”Ini bekal bagi masyarakat Kabupaten Rembang. Mudah-mudahan Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto dan seluruh eleman pemerintah dapat optimalkan. Untuk menjadikan masyarakat Rembang menjadi maju dan madani,” harapanya.

Jumlah paket sembako ada 200 paket. Pakaian hampir 150 tumpukan. Lalu makanan-makanan lainnya. Ini sekaligus memperkenalkan makanan di wilayahnya. Misalnya kerupuk cumi-cumi, pembuatan tempe dan lain sebagainya

”Masyarakat antusias dan mendekatkan antara masyarakat dengan Bhayangkari maupun persit Kartika Candra,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia