Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Usai Penataan Gardu Pandang Benteng VOC, Lanjut Penataan Taman

16 September 2019, 12: 03: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

DITATA: Proyek penataan taman dilakukan di sekitaran gardu pandang komplek Benteng VOC Jepara.

DITATA: Proyek penataan taman dilakukan di sekitaran gardu pandang komplek Benteng VOC Jepara. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Penataan komplek Benteng VOC Jepara saat ini terus dilakukan. Setelah sebelumnya dibangun gardu pandang, tahun ini dilanjutkan dengan penataan taman di sekitaran gardu pandang tersebut.

Penataan taman itu dianggarkan dengan menggunakan APBD tahun 2019. Anggarannya sekitar Rp 500 juta. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Farikhah Elida kemarin.

Elida mengatakan, penataan-penataan di komplek Benteng VOC itu memang terus dilakukan. ”Untuk tahun ini ada penataan taman di sekitaran gardu pandang, tepatnya di sisi selatan depan Benteng VOC,” katanya.

Meski ada penataan, namun pihaknya memastikan penataan yang dilakukan tidaklah mengganggu zona inti dari Benteng VOC itu sendiri.

Misalnya penataan taman yang akan dilakukan, dari pihak kontraktor memang mendatangkan bego di lokasi tersebut tetapi bego tersebut hanya untuk pembuatan pondasi taman dan tidak membuat bangunan baru. ”Hanya untuk penataan taman saja,” terangnya.

Usai taman dibangun nantinya, akan ditambah pula lampu-lampu untuk mempercantik kawasan tersebut. ”Akan kami tambah lampu-lampu juga,” jelasnya.

Elida menambahkan, dengan adanya gardu pandang serta taman yang tahun ini akan dituntaskan di kawasan tersebut, bisa menjadi alternatif wisata bagi masyarakat khususnya warga Jepara. Dari gardu pandang itu pengunjung bisa melihat situasi kota Jepara dari atas.

”Di sana sarana prasarananya sudah mendukung jadi kita lakukan penataan agar kawasan tersebut semakin tertata dan menarik,” tuturnya.

Sementara itu mengenai kekhawatiran mengenai warga soal zona inti yang terganggu akibat penataan, sekali lagi Elida menegaskan, tidak akan merubah apapun yang ada di lokasi. ”Hanya memang sampai siang kemarin untuk kontraktornya belum memasang tulisan pengerjaan proyek sehingga bisa jadi ada yang salah persepsi ketika warga melihat ada bego di lokasi tersebut,” katanya.

Pengerjaan penataan taman sendiri berlangsung sejak mulai 2 September  dan berakhir 90 hari kerja. Agar tak menimbulkan kekhawatiran warga, Elida menambahkan, sore kemarin pihaknya sudah meminta kontraktor untuk memasang tulisan proyek pekerjaan.

(ks/emy/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia