Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Dekatkan Anak Milenial lewat Permainan Tradisional

16 September 2019, 11: 28: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Permainan egrang batok mengawali rangkaian olimpiade dolanan anak kemarin.

KOMPAK: Permainan egrang batok mengawali rangkaian olimpiade dolanan anak kemarin. (RBI For Radar Kudus)

Share this      

BATEALIT, Radar Kudus - Olimpiade Dolanan Anak kembali digelar kemarin. Tahun ini kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Rumah Belajar Ilalang (RBI) tersebut memasuki tahun ke-8.

Selama tiga hari penuh mulai Jumat hingga kemarin 15-17 September, berbagai agenda dilaksanakan. Mulai dari pementasan anak-anak, dolanan tradisional, pentas musik, kelas literasi hingga launching buku RBI terkait perjalanan sewindu yang telah mereka lalui.

Rangkaian kegiatan dolanan anak sendiri, diawali dengan ratusan anak yang memainkan egrang secara bersama-sama dari pertigaan masuk RBI di Desa Kecapi hingga halaman RBI. Setelahnya, anak-anak bebas mencoba berbagai permainan tradisional yang telah disediakan. Mulai dari gobak sodor, bekel, congklak, gansing, egrang dan lainnya.

Pegiat Rumah Belajar Ilalang, Den Hasan mengatakan, sudah 8 tahun terakhir pihaknya menggelar acara untuk anak-anak. Tak hanya menggelar olimpiade dolanan anak, mereka juga menggelar Art Kids yang ruang lingkupnya lebih luas.

Pada tahun ke delapan, pihaknya juga sekaligus melakukan refleksi terhadap kegiatan yang digelar RBI selama ini.

Sewindu Olimpiade Dolanan Anak, tetap menonjolkan dolanan tradisional untuk anak-anak. Mereka diajak bermain bersama dengan permainan tradisional yang kini semakin jarang ditemukan.

Selain itu, ada pula panggung pementasan yang diisi oleh anak-anak. ”Tujuan kami memberikan ruang bagi anak-anak di Jepara untuk berkreasi. Mulai dolanan tradisional hingga pementasan,” katanya.

Khusus untuk pementasan, pihaknya menyiapkan satu panggung khusus yang didesain menarik. Di sanalah anak-anak diberi kesempatan tampil. ”Pementasannya beragam, sesuai kreasi masing-masing,” ujarnya.

Dikatakan Den Hasan, dari tahun ke tahun olimpiade dolanan anak itu berhasil menyedot perhatian banyak pihak. ”Tak kurang dari 500 anak TK dan SD yang datang dan bermain berbagai permainan di sini. Selain itu, sebagian juga tampil di panggung pentas,” jelasnya.

Den Hasan melanjutkan, minimnya ruang kreasi untuk anak-anak, membuat para pegiat Rumah Belajar Ilalang tergerak menghadirkan kegiatan tersebut. Di sisi lain tujuannya tentu untuk mendekatkan anak generasi masa kini atau milenial dengan permainan tradisional yang sarat akan nilai-nilai positif, salah satunya kerja sama dan kekompakan.

(ks/emy/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia