Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tak Kunjung Diperbaiki, Kerusakan Jembatan Bungpes Makin Parah

16 September 2019, 11: 16: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

DARURAT: Warga menggantungkan jembatan Bungpes sebagai akses utama penghubung Welahan-Demak. Namun kerusakan jembatan tak kunjung diperbaiki.

DARURAT: Warga menggantungkan jembatan Bungpes sebagai akses utama penghubung Welahan-Demak. Namun kerusakan jembatan tak kunjung diperbaiki. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

WELAHAN,  Radar Kudus - Jembatan Bungpes di perbatasan Welahan, Jepara dengan Demak dikeluhkan warga sejak rusak lima tahun terakhir. Jembatan itu juga sudah pernah dikunjungi kepala daerah maupun dewan. Namun hingga saat ini perbaikan belum jelas. Pengajuan pembangunan jembatan bahkan sudah disampaikan melalui proposal ke Kementerian Pekerjaan Umum setiap tahun.

Saat ini kondisi jembatan yang menghubungkan antara Desa Gerdu dan Dukuh Doropayung Desa Kaliombo Pecangaan serta Dukuh Mantren, Desa Mutih, Kecamatan Wedung-Demak tersebut kondisinya memprihatinkan. Banyak lubang di jembatan tersebut. Tahun lalu pegangan jembatan yang terbuat dari besi rusak. Sehingga warga yang hendak melintas dari dua arah harus bergantian.

Kerusakan itu diprotes warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jepara membuat pegangan darurat untuk mengganti pegangan besi yang rusak. Namun kerusakan di bagian utama jembatan belum tersentuh. Masih terdapat lubang yang membahayakan warga saat melintas.

”Tahun ini sudah kami ajukan proposal ke pusat. Belum ada kabar tanggapan dari sana. Setiap ada kunjungan ke Jakarta, kami coba konfirmasi. Ada rencana nanti dengan Pak Plt Bupati lobi ke pusat,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jepara Ary Bachtiar. Kalkulasi kebutuhan biaya perbaikan jembatan mencapai miliaran rupiah.

Jika jembatan Bungpes dibuat dengan panjang 120 meter dan lebar 4 meter biaya yang diperlukan mencapai Rp 12 miliar. Sementara itu jika lebarnya dibuat 6 meter, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 18 miliar.

Salah satu warga, Sulkhan, 45, mengungkapkan, warga menggantungkan jembatan itu sebagai akses utama aktivitas sehari-hari. Mulai dari bertani, berdagang, hingga jalur anak-anak sekolah. Dia menyayangkan meski sering ditinjau perbaikan, namun hingga kini tidak pernah terealisasi. "Kayaknya sudah tidak banyak berharap lagi jembatan diperbaiki.  Kalau memang rusak dan rubuh sekalian juga pasrah," katanya.

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia