Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pemkab Kudus Kembali Raih Penghargaan WTN Tanpa Catatan

16 September 2019, 10: 50: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

TERIMA PENGHARGAAN: Plt Bupati Kudus, Kepala Dishub Kudus, Kapolres dan tim dari Dishub Kudus berfoto bersama dengan memegang piala WTN di Jakarta Convention Center kemarin.

TERIMA PENGHARGAAN: Plt Bupati Kudus, Kepala Dishub Kudus, Kapolres dan tim dari Dishub Kudus berfoto bersama dengan memegang piala WTN di Jakarta Convention Center kemarin. (DISHUB KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus kembali mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Dalam penghargaan tahun ini, Kudus berhasil meraih kembali sertifikat sekaligus piala WTN tanpa ada catatan. Sebelumnya pada 2017, penghargaan ini juga diberikan pemerintah pusat kepada Pemkab Kudus karena mampu menata transportasi publik dengan baik.

Kemarin, Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten kudus Abdul Halil dan Kapolres Kudus AKBP Saptono berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, dari 145 hanya 39 kabupaten dan kota yang dapat penghargaan WTN tanpa catatan.

”Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Plt Bupati, Kapolres Kudus dengan arahan dan support-nya Kabupaten Kudus bisa meraih penghargaan WTN tanpa catatan. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Kudus atas partisipasi aktif sudah tertib berlalu lintas,” kata Halil.

Diakuinya untuk mempertahankan raihan prestasi ini memang tidak mudah. Namun pihaknya tetap berusaha keras agar tetap bisa merealisasikannya. Bahkan jauh sebelum penilaian, Dishub mengaku sudah mempersiapkan segala hal yang menunjang sarana dan prasarana transportasi publik. Baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Mulai dari menata ruas jalan, mengecat ulang marka, hingga penataan parkir.

”Kami selalu memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat di setiap kesempatan. Termasuk juga rutin melakukan evaluasi di lapangan,” katanya.

Dikatakannya, penilaian WTN ini dilakukan selama dua tahun. Pada tahun pertama merupakan seleksi administrasi yang dilakukan oleh Direktur Jendral Perhubungan. Proses ini untuk memastikan kelayakan kabupaten atau kota yang diikutsertakan dalam penilaian penghargaan WTN. Kemudian pada tahun pertama juga dilakukan survei lokasi penilaian oleh tim survey yang dibentuk oleh Direktur Jendral Perhubungan atas usulan dari kepala balai sesuai wilayah kerja.

”Pada tahun kedua dilakukan penilaian. Ada dua kategori penilaian, yaitu kategori keselamatan angkutan jalan dan ketertiban di jalan. Dan penyerahan penghargaan yang dilakukan hari ini,” tuturnya.

Halil berharap atas perolehan prestasi ini, kinerja penyelenggaraan sisitem transportasi di Kabupaten Kduus bisa semakin baik. Sehingga tahun-tahun berikutnya, bisa tetap mempertahankan prestasi ini. ”Keselamatan masyarakat saat berkendara juga bisa terjamin,” pungkasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia