Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Pura-Pura Kehabisan Bensin, Gasak Motor hingga Uang

16 September 2019, 09: 23: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

GELAR PERKARA: Kapores Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim Pores Kudus AKP Rismanto saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

GELAR PERKARA: Kapores Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim Pores Kudus AKP Rismanto saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Sarteskrim Polres Kudus berhasil membekuk Noval Eka Adhitya, 22, warga Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati. Lelaki yang berprofesi sebagai kernet truk ini ditangkap lantaran melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) terhadap salah satu warga warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota berinisial MIS. Dengan modus pertolongan jahat, tersangka merampas sepeda motor beserta uang korban.

Kapolres Kudus AKBP Saptono mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama dengan temannya saat itu naik motor dari arah barat sampai di perempatan kantor Samsat lalu belok ke utara sekitar pukul 21.00. Sesampainya di sana, mereka dipanggil oleh dua orang yang tidak dikenal.

”Pelaku dan temannya mengaku kehabisan bensin dan meminta bantuan agar mendorong motornya,” jelasnya.

Karena kasihan, korban pun menolong. Mereka membantu mendorong motor ke arah timur atau arah Desa Megawon. Sesampainya di pertigaan, pelaku meminta untuk belok kiri atau utara. Dan berhenti tepat di jembatan sebelah utara lapangan Desa Megawon. Kemudian mengambil dari dalam jaket yang diduga senjata tajam jenis celurit yang dicungkan ke arah korban.

”Sambil menodongkan celurit, pelaku berkata endi hapemu, endi duitmu. Karena ketakutan, korban pun memberikan uang Rp 2 juta dan HP. Tanpa memberikan perlawanan,” katanya.

Setelah itu korban disuruh ke arah barat dan sepeda motor dibawa lari oleh pelaku ke arah timur. Akibat perbuatannya ini, pelaku diancam dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.

”Satu tersangka saat ini masih DPO, kami akan terus lakukan pencarian. Kami harap masyarakat agar tetap wasapada terhadap orang yang tidak dikenal sebelumnya. Saya juga berpesan, ketika malam hari, hindari jalan-jalan yang sepi. Apalagi kalau sendirian,” imbuhnya.

Sementara, menurut pengakuan pelaku, dia memang sengaja mencari tempat yang sepi untuk melancarkan aksinya. Dia juga sudah mempersiapkan senjata tajam berupa celurit dari rumah. Hasil rampasannya ini digunakan untuk bersenang-senang. ”Langsung saya tawarkan ke teman-teman. Motornya laku Rp 2 juta,” katanya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia