Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Situs Patiayam Masuk Museum Tipe Paling Kecil

14 September 2019, 13: 33: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

FASILITAS MINIMALIS: Koleksi fosil dari binatang purba yang saat ini tersimpan rapi di Museum Patiayam Jekulo Kudus termasuk dalam museum tipe c karena fasilitasnya masih rendah.

FASILITAS MINIMALIS: Koleksi fosil dari binatang purba yang saat ini tersimpan rapi di Museum Patiayam Jekulo Kudus termasuk dalam museum tipe c karena fasilitasnya masih rendah. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Penilaian Bidang Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Museum Purbakala Situs Patiayam akhirnya keluar juga. Sayangnya, berdasarkan penilaian tersebut, status Situs Patiayam masih menempati standar tipe C atau museum paling kecil.

Lilik Ngesti, Kasi Sejarah Permuseuman dan Kepurbakalaan (Rahmuskala) Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) menyatakan, penilaian standarisasi tersebut dilakukan pada 21 Juli 2019. Sedangkan, hasilnya keluar pada 2 September lalu. Setelah menilai seluruh kelengkapan dan fasilitas yang ada, pihak Kemendikbud menyatakan Situs Patiayam masuk dalam Museum berstandar Tipe C. Artinya, Situs Patiayam masih dalam taraf museum paling kecil.

”Baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa Situs Patiayam sudah masuk dalam katalog museum seluruh Indonesia. Meskipun baru masuk standar tipe C, bagi kami ini sebuah kemajuan cukup baik. Selanjutnya kita tinggal meningkatkan fasilitas dan kelengkapan museum agar bisa naik standar tipe,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin.

Pihaknya menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum, Kemendikbud akan melakukan standarisasi museum dua tahun sekali. Itu dilakukan pada museum-museum yang telah memperoleh nomor pendaftaran nasional.

Pada standarisasi tersebut, imbuh Lilik pihak Kemendikbud berhak menaikkan standar tipe dari C menuju B atau A. Atau bisa jadi akan keluar keputusan adanya penurunan standar maupun tidak memenuhi standarisasi. Hal ini sangat bergantung dengan pengelolaan museum  dalam waktu dua tahun tersebut.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Museum dan Taman Budaya, Kasman Sutiyono mengatakan, kedepan pihaknya akan melakukan pengelolaan intensif. Seperti mengintensifkan perawatan pada koleksi-koleksi yang ada. Selain itu, pihaknya akan berinovasi dengan membuat semacam narasi dari tiap koleksi yang ada.

”Tahun depan kami akan bikin kegiatan sosialisasi museum kepada masyarakat umum dan pelajar. Sebab, pemahaman ini penting agar pengunjung bisa memahami pengelolaan yang kami lakukan. Selain ittu, agar mereka berhati-hati saat mengeksplorasi koleksi,” imbuh Kasman. (qih)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia