Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Gus Chandra Malik Bagi Seribu Buku di Peringatan 40 Hari Mbah Moen

14 September 2019, 12: 00: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI SAMBUTAN: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menghadiri peringatan 40 hari Mbah Moen di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin kemarin (12/9).

BERI SAMBUTAN: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menghadiri peringatan 40 hari Mbah Moen di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin kemarin (12/9). (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Rembang – Kala sayap dibentangkan diberikan naungan. Kicauannya pun ramaikan dahan juga carang. Walau kini ia tenang menghinggapi tanah suci. Namun seluruh dunia tau. Bahwa dia Punya Sarang. Begitulah penggalan sajak puisi yang dibawakan pembawa acara. Saat peringatan 40 hari KH Maimoen Zubair. Di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, kemarin (12/9) malam.

Acara ini sekaligus peluncuran buku antologi puisi. Berjudul ”Selasa di Pekuburan Ma’la”. Yang juga dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin. Dan para penyair. Seperti Gus Chandra Malik.

Gus Candra mengatakan, buku itu dicetak 1.000 eksemplar tapi tidak dijualbelikan. Rencana akan dibagikan ke pondok-pondok pesantren. Cetakan berikutnya, yang rencananya akan diperjualbelikan. ”Mbah Moen adalah seorang sastrawan,” ucap Gus Candra.

KH Mustofa Bisri, tuan rumah menyampaikan KH Maimoen Zubair diambil bersama ilmu-ilmunya. Keilmuan Mbah Moen ada dalam diri. Alquran juga melekat dalam perilaku Mbah Moen.

”Maka seluruh Indonesia menangisi kepergian KH Maimoen Zubair,” ungkap Gus Mus. Gus Mus juga mengajak, agar jangan hanya menangisi KH Maimoen saja. Tapi juga berdoa.

Abdul Ghofur, salah satu putra Mbah Moen mengatakan, Mbah Moen memiliki banyak teman. Karena punya pengalaman banyak. Mulai dari ketua pasar, ketua pelelangan ikan, hingga tentara. ”Pernah jadi penjual sapi. Apa saja pernah dilakukan,” kata Gus Ghofur.

Mbah Moen, kata Gus Ghofur, juga sosok yang membimbing adik-adiknya. Menikahkan, menjadi wali. Jika dengan keluarga sangat ingat. ”Semoga keluarga bisa meneruskan perjuangan yang luar biasa itu,” imbuh lulusan Al Azhar Mesir itu.

Mentri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengucapkan sangat bersyukur bisa hadir dalam acara ini. Ia bercerita, ketika Mbah Moen meninggal di negeri orang. Yang berbeda dengan Indonesia. Semua prosesi pengurusan begitu lancar. ”Mudah-mudahan kita semua mendapatkan keberkahan dari Allah melalui Mbah Maimoen,” ujarnya. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia