Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Dosen Unisnu Dilatih Membuat Instrumen Penilaian

13 September 2019, 14: 37: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Ketua LPPMP Universitas Sebelas Maret Surakarta Nunuk Suryani sampaikan materi kepada dosen Unisnu Jepara pada workshop di Ruang Seminar Pascasarjana Unisnu Jepara.

ANTUSIAS: Ketua LPPMP Universitas Sebelas Maret Surakarta Nunuk Suryani sampaikan materi kepada dosen Unisnu Jepara pada workshop di Ruang Seminar Pascasarjana Unisnu Jepara. (UNISNU FOR RADAR KUDUS)

Share this      

TAHUNAN, Radar Kudus Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan Workshop yang bertema “Penilaian Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Upaya Menumbuhkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif Mahasiswa” di Ruang Seminar Pascasarjana Unisnu Jepara belum lama ini. Dosen dilatih membuat instrumen penilaian bagi mahasiswa.

Kegiatan ini mendatangkan narasumber ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret Surakarta Nunuk Suryani. Sedangkan peserta kegiatan tersebut adalah dosen dari empat prodi di lingkungan FTIK Unisnu Jepara. Yaitu Prodi PAI, Prodi PBI, Prodi PGPAUD dan Prodi PGSD.

Dalam hal ini, FTIK Unisnu Jepara memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam meningkatkan kompetensi dosen dalam mengembangkan instrumen penilaian berfikir tingkat tinggi (HOTS) untuk diaplikasikan kepada mahasiswa pada kegiatan belajar mengajar. Diharapkan, dengan diadakannya kegiatan workshop ini, instrumen penilaian yang dikembangkan oleh dosen mampu mendorong peningkatan kemampuan berfikir kritis, kreatifitas, dan membangun kemandirian mahasiswa dalam memecahkan permasalahan kontektual secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unisnu Jepara, Sa’dullah Assa’idi tersebut diikuti oleh 52 peserta dari dosen di lingkunagn FTIK Unisnu Jepara. Pada sambutan pembukaan, Rektor Unisnu Jepara mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami berharap Bapak Ibu dosen peserta workshop dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan ini, selamat mengikuti workshop, semoga Allah mencatat sebagai amal baik dan memberikan keberkahan, ” ungkapnya.

Pelatihan dengan tema tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dosen tentang konsep, prinsip serta dapat mendalami bagaimana membuat soal atau instrumen penilaian berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS). “Bapak Ibu dosen harus diperkaya berfikir kritis, kreatif, inovatif dan mampu memecahkan masalah berbasis kontekstual. Hal ini sesuai dengan prinsip penilaian HOTS dimana fokus penilaian HOTS terdapat pada level kognitif 3 yang mencakup C4 (menganalisa), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mengkreasi),” terang Nunuk Suryani.

Kegiatan workshop ini disambut dan dimanfaatkan dengan baik oleh peserta, terbukti dengan antusias mereka dalam berdiskusi untuk menajamkan pemahaman dan materi yang disampaikan narasumber. “Saya bangga dengan Bapak Ibu dosen peserta workshop, meskipun kegiatan ini singkat, tetapi hasil dari presentasi Bapak Ibu sudah sangat bagus,” imbuhnya.

(ks/war/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia