Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Sambut Hari Perhubungan, Syahbandar Kompak Bersihkan Pelabuhan

13 September 2019, 13: 45: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI PELOPOR: Kepala UPP Kelas III Rembang, Dimyati (foto kiri bertopi) menjadi pelopor pada aksi GBLP di kawasan Pelabuhan Tasikagung Rembang. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai Kantor UPP Kelas III Rembang dan instansi horizontal.

JADI PELOPOR: Kepala UPP Kelas III Rembang, Dimyati (foto kiri bertopi) menjadi pelopor pada aksi GBLP di kawasan Pelabuhan Tasikagung Rembang. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai Kantor UPP Kelas III Rembang dan instansi horizontal. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Seluruh pegawai di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Rembang mengelar Gerakan Bersih Luat Pantai (GBLP) di Pelabuhan Tasikagung. Tak hanya pegawai Syahbandar, sejumlah instansi juga ramai-ramai turut dalam gerakan bersih-bersih yang digelar secara serentak di 350 pelabuhan se-Indonesia tersebut.

Kegiatan GBLP di Kota Garam mulai pukul 07.30 WIB, mereka bahu-membahu membersihkan dermaga sejauh 1 KM yang langsung dipimpin Kepala Kantor UPP Kelas III Rembang, Dimyati.

Kegiatan bukti perhubungan laut kali ini memang fokus terhadap lingkungan. Selain itu, sesuai perencanaan awal kegiatan GBLP memecahkan rekor Muri. Minimal ada 150 UPT yang melaksanakan GBLP secara serentak.

(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

“Laporan sementara saat ini sudah 200 UPT lebih sehingga melampaui,” ujar Kepala kantor UPP Kelas III Rembang, Dimyati yang turun langsung pada pelaksanaan GBLP di Kantor UPP Kelas III Rembang.

Khusus di Kota Garam, ada 120 personel yang turun untuk bersih-bersih. Mereka terdiri seluruh kantor atau pegawai UPP Kelas III Rembang.” Kami juga mengundang sejumlah instansi horizontal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (12/9).

Instansi horizontal ini melibatkan dari angkatan laut dan polisi airut. Kemudian melibatkan seluruh mitra kerja. Ada dari perusahaan bongkar muat dan keagenan. Jumlahnya juga cukup banyak. ”Ada ada 50 orang” terangnya.

Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan siswa pelayaran yang kebetulan praktik. “Tanpa diduga sejumlah masyarakat Tasikagung ikut berpartisipasi. Ini sesuatu yang patut dibanggakan. Karena masyarakat yang dikira tidak peduli namun juga ikut serta,” ungkapnya.

Dimyati menambahkan, kegiatan tidak hanya menyambut Hari Perhubungan Nasional. Namun melihat animo masyarakat dan betapa pentingnya kebersihan di lingkungan pelabuhan ke depan menjadi agenda rutin. Pihaknya berharap per bulan ataupun per beberapa bulan digelar rutin.

”Kami sudah koordinasi dengan DLH. Bahwa sudah semestinya kita merelokasi, saat itu tempat sampah di depan. Sedangkan Tasikagung menjadi kawasan terpadu, sehingga tong sampah sudah digeser belakang,” imbuhnya.

Untuk sekadar diketahui di Kabupaten Rembang persiapan lebih awal. Di mulai tanggal 7 Setember melakukan uji coba pelaporan kegiatan GBLP. Dari  satu sampai lima hari sukses terlaksana.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia