Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Pemkab Pertimbangkan Kenaikan Anggaran untuk Kekeringan Tahun Depan

12 September 2019, 14: 45: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

SALURKAN AIR: Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Asisten II Mulyaji dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto dropping air di Desa Kaliombo, Pecangaan, kemarin.

SALURKAN AIR: Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Asisten II Mulyaji dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto dropping air di Desa Kaliombo, Pecangaan, kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Penanganan kekeringan di Kabupaten Jepara mendapat perhatian khusus dari Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi. Setelah melihat langsung warga yang terdampak, kenaikan anggaran untuk kekeringan tahun depan bakal dipertimbangkan.

Hal ini dikatakan Andi -sapaan akrab Plt bupati Jepara- saat dropping air bersih di Desa Kaliombo, Pecangaan, Jepara, baru-baru ini. Saat dropping itu, puluhan warga mengantre di persimpangan jalan desa.

Ember, jeriken, dan tandon memenuhi badan jalan. Begitu truk tangki pengangkut air datang, warga berdesakan mendekat. ”Emberku dulu Pak yang diisi,” celetuk salah satu warga saat Andi hendak mengalirkan air ke salah satu tandon.

Beberapa tandon kemudian diisi Andi. ”Sabar, Bu. Pasti kebagian. Kalau kurang lapor saja,” kata Andi kepada warga yang masih berdesakan ingin saling mendahului.

Diketahui, tahun lalu bantuan air bersih yang dianggarkan Pemkab Jepara sekitar Rp 16 juta. Sedangkan tahun ini dianggarkan Rp 22 juta. Naik Rp 6 juta dari tahun sebelumnya. Namun anggaran penanggulangan kekeringan di Jepara tahun ini sudah habis.

Untuk mengatasi masalah dropping air bersih di daerah terdampak kekeringan, pemkab mengandalkan bantuan dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan, badan usaha milik daerah (BUMD), maupaun pihak swasta.

Andi mengatakan, pihaknya bakal mempertimbangkan kenaikan anggaran untuk penanganan krisis air bersih di Jepara. Di samping itu, dia juga berharap gotong royong dari pihak ketiga untuk saling membantu meringankan masalah krisi air bersih.

”Bagi warga kuncinya sabar. Tak usah rebutan sampai menjadi tidak baik dengan tetangga. Pemkab bakal support membantu memenuhi kebutuhan air,” katanya.

Pada kunjungan itu, penyaluran air dilaksanakan di dua titik. Sementara agenda dropping Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara menyasar di Desa Kedungmalang, Desa Karangaji; Kecamatan Kedung, dan Desa Kaliombo, Pecangaan. Masing-masing desa kebagian 10.00 liter air.

Solihatun, Salah satu warga mengaku merasakan dampak kekeringan sudah empat bulan lamanya. Selain mengandalkan dropping air, untuk memenuhi kebutuhannya ia juga membeli air bersih Rp 30 ribu per hari. ”Beberapa hari lalu sungai malah kering. Tapi ini sudah ada airnya. Semoga sumur juga mulai ada airnya,” katanya. 

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia