Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Features
Hidayatul Muharromah, Pencipta Lagu Islami

Ciptakan Lagu untuk Berdakwah ke Semua Kalangan

12 September 2019, 14: 35: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Hidayatul Muharromah

Hidayatul Muharromah (DOK. PRIBADI)

Share this      

Hidayatul Muharromah berhasil menempati posisi tiga besar pencipta lagu Islami dalam ajang Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2019 di Malang. Ia berhasil memadukan genre pop dan Islami menjadi sarana untuk berdakwah.

FAQIH MANSYUR, Radar Kudus, Pati

LAHIR di keluarga yang mahir dalam dunia tarik suara membuat Hidayatul Muharromah teranugerahi suara yang indah. Ayahnya terkenal sebagai guru qari’. Kedua kakaknya terkenal sebagai vokalis rebana yang sudah sering diundang kemana-mana. Namun, ia tidak sama dengan mereka yang bisa qari’ dan vokalis rebana. Ia lebih berpotensi menjadi penyanyi dengan genre pop.

”Saya yang nyeleneh sendiri. Nggak bisa tilawah seperti mereka. Bisanya malah nyanyi lagu-lagu pop,” ujar gadis kelahiran 9 Mei 1998 itu kepada Jawa Pos Radar Kudus baru-baru ini.

Gadis yang akrab disapa Hida itu mengaku masih tidak percaya dengan hasil Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (Pionir) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2019 yang menobatkan lagunya meraih peringkat III. Ia berhasil mengalahkan puluhan pencipta lagu Islami dari berbagai PTKI di Indonesia pada ajang yang digelar di Malang pada Juli lalu itu. Sedangkan, ia merasa hanya gadis desa yang minim pengalaman lomba. Terlebih tingkat nasional.

Hida menceritakan, sejak umur empat tahun, ia sudah sering diajari nyanyi oleh keluarganya. Kebiasaan itu kemudian berlanjut menjadi hobi dan potensi diri. Bahkan, ia sudah berhasil menciptakan lagu sendiri sejak masih duduk di bangku SMP. Awalnya ia hanya iseng-iseng saja saat menciptakan lagu itu.

Gadis asal Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, itu hingga kini telah memiliki sembilan lagu ciptaan sendiri. Empat lagu Islami dan lima lagu lain tentang romantisme kehidupan remaja. Namun, sayangnya baru satu lagunya saja yang telah digarap di dapur rekaman.

Terkait inspirasi, Hida mengaku mendapatkannya dari berbagai hal. Tak jarang, ide-idenya muncul saat ia bepergian ke suatu tempat. Selain itu, ia juga sering mendapatkan ide lirik atau nada melalui mimpi. Bisa jadi ia merefleksikan pengalaman hidup ke dalam lirik-lirik.

”Saya kemana-mana selalu bawa buku diary. Kalau muncul ide langsung saya tulis. Kadang bisa langsung selesai saat itu juga. Kalau tidak selesai ya dilanjutkan lain waktu jika pikiran sedang tenang,” ungkap gadis yang kini kuliah di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu.

Atas prestasinya tersebut, kini Hida sering dicari orang-orang untuk membuatkan lagu. Baik lagu pribadi maupun untuk organisasi seperti mars atau hymne. Terbaru, ia diminta untuk membuatkan hymne dan mars oleh pihak Fakultas Syariah IAIN Kudus. Permintaan itu ia amini dengan segera dan membuatkan dalam beberapa hari.

Hida mengaku sampai saat ini masih mengejar mimpi dari hobinya tersebut. Ia ingin membuat rekaman lagu-lagunya secara profesional. Sebab, melalui lagu-lagunya itu, ia ingin berdakwah kepada siapapun dengan perantara nada-nada yang menggugah jiwa terhadap agama.

Meskipun belum terlalu dikenal masyarakat luas, bermodal prestasi yang kini tersemat di dirinya akan membawa semangat untuk semakin giat dalam berkarya. Ia juga berharap akan banyak orang yang memiliki potensi di dunia tarik suara mau menyuarakan nada-nadanya untuk kebaikan bersama.

”Intinya sebisa mungkin kita berkarya untuk berdakwah itu tidak boleh pamrih. Agar karya kita memberi kemanfaatan untuk semua kalangan,” imbuh Hida. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia