Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Tanaman Alun-Alun Tak Sesuai Spek, Ini Reaksi Bupati

11 September 2019, 14: 34: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

PERLU PEMBENAHAN: Beberapa pekerja tengah mengebut proyek revitalisasi Alun-alun Pati kemarin sore

PERLU PEMBENAHAN: Beberapa pekerja tengah mengebut proyek revitalisasi Alun-alun Pati kemarin sore (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Proyek revitalsiasi Alun-alun Pati tengah memasuki 86 persen dari target waktu pekerjaan 5 Oktober mendatang. Sebelum rampung, Bupati Pati Haryanto tak ingin kecolongan. Ia terus memantau proyek itu supaya hasilnya maksimal. Termasuk meminta rekanan membenahi tanaman karena kurang sesuai spek.

Usai meninjau proyek Alun-alun Pati bersama Wabup Safin, Sekda Suharyono, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Ahmad Faisal kemarin, Haryanto meminta pembenahan beberapa hal dari proyek yang sudah berjalan 86 persen itu. Diantaranya pembenahan tanaman yang menurutnya kurang sesuai spek. Ia kurang puas dengan pekerjaan tanaman.

“Ya memang belum selesai tuntas. Namun sebelum menuju 100 persen pekerjaan rampung, kami harus terus memonitor langsung supaya sesuai spek yang ada. Supaya nanti saat 100 persen, selesai dengan yang diinginkan kami. Jangan sampai sudah 100 persen ada yang tidak sesuai lalu dibongkar. Kami tidak ingin begitu. Tujuan monitoring ini ya untuk ngilingnno rekanan yang belum sesuai,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dari hasil monitor kemarin, yang perlu dibenahi yakni tanaman harus disesuaikan dan beberapa ornamen yang tidak sesuai, dan pembenahan landmark Alun-Alun Pati dibenahi karena di sekitarnya akan dilengkapi space untuk foto instagramabel dapat dimanfaatkan masyarakat yang sedang rekreasi di alun-alun.

“Namun yang menjadi catatan kami ya pembenahan tanaman yang tampak rimbun. Saat ini tanamannya juga ada kelapa kopyor sebagai salah satu ikon Pati. Ada potensi lain seperti Jeruk Pamelo, namun yang sesuai Kelapa Kopyor mudah ditanam. Kalau Jeruk Pamelo cocoknya di tempat sejuk. Untuk tanaman, kami meminta ditanami tanaman yang perawatannya mudah dan tidak mudah layu,” tururnya.

Haryanto menambahkan, setelah proses revitalisasi rampung dapat memberikan pelayanan publik kepada masyarakat untuk olahraga, rekreasi, dan beristirahat di alun-alun yang representatif. Kedepan, pihaknya juga akan mengkaji acara yang berlokasi di alun-alun. Sepanjang tidak merusak, akan diizinkan.

“Tapi untuk perayaan malam tahun baru sepertinya belum bisa digunakan karena baru ditanami tanaman. Namun bisa digunakan menghadap timur di belakang landmark Alun-alun Pati,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu rekanan Ahmad menuturkan, akan membenahi tanaman yang kurang sesuai. Bahkan, pihaknya akan menambah 10 ribu tanaman lagi supaya sudah terlihat rimbun saat diresmikan nanti. Saat ini ia telah menanam ribuan tanaman tabebuya, kelapa kopyor, dadap merah, hingga putri salju. “Untuk tanaman putri salju bahkan kami tanamin 2.500 bibit. Ya memang kalau baru ditanami tidak bisa langsung rimbun. Butuh proses,” katanya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia