Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Tak Bisa Selamatkan Diri, Pria Penderita Stroke Tewas Terbakar

11 September 2019, 11: 29: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

LUDES: Rumah milik Suwandi, warga RT 3/RW 3, Desa Pucang, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, ludes dilalap si jago merah kemarin.

LUDES: Rumah milik Suwandi, warga RT 3/RW 3, Desa Pucang, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, ludes dilalap si jago merah kemarin. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Rumah milik Suwandi, 43, yang berada di RT 3/RW 3, Desa Pucang, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, ludes terbakar kemarin. Nahas, pemilik rumah ikut dilalap si jago merah lantaran tak dapat menyelamatkan diri. Sebab, ia menderita penyakit stroke.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.53 kemarin. Rumahnya berukuran 5x10 semi permanen, berlantai semen, serta beratap kayu dan seng. Hampir seluruh bagian rumah ludes terbakar.

Rumah tersebut dihuni dua orang, Suwandi dengan kondisi stroke berat yang hanya bisa berbaring di tempat tidur dan adiknya, Jumadi yang juga mengalami stroke ringan, namun masih bisa jalan.

Saat kejadian, Jumadi sedang berada di teras rumah. Ia telat menyadari jika isi rumahnya sudah dipenuhi api. Ia juga tak bisa menyelamatkan kakaknya yang saat itu berada di dalam kamar.

”Jumadi langsung lari memanggil saya. Kemudian saya langsung meminta bantuan tetangga untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Kami tak sempat memikirkan menyelamatkan barang, hanya memikirkan gimana caranya Suwandi bisa keluar. Namun, sisi kamar sudah ludes terbakar susah dipadamkan,” ujar Harni, saudara korban. Suwandi pun terbakar di dalam kamar yang posisinya berada di sisi kanan depan rumah.

Dua mobil pemadam kebakaran (damkar) sempat memadamkan api, namun kamar sudah ludes terlebih dulu, sehingga nyawa Suwandi tak bisa diselamatkan.

Kapolsek Grobogan Iptu Eko Bambang mengungkapkan, saat kejadian pihaknya langsung menghubungi Tim Inafis Polres Grobogan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. ”Awalnya kami menduga kebakaran akibat puntung rokok. Karena korban kerap merokok di dalam kamar. Kasurnya berbahan kapuk, sehingga mudah terbakar. Namun, saat dilakukan pencarian puntung rokok tidak ditemukan di lokasi tersebut. Setelah Tim Inafis berada di lokasi, kebakaran diduga karena korsleting listrik,” jelasnya.

Di hari yang sama, kebakaran juga terjadi di dua wilayah lain, yakni di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Di lokasi ini, api melalap rumah milik Abdul Rohman, 38. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.56 itu, juga diduga karena korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta.

Kebakaran juga terjadi di Desa Kropak, Kecamatan Wirosari. Penyebabnya akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga di lahan kosong milik DPUPR. Kemudian mengenai kabel jaringan listrik PLN.

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia