Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Rawan Bencana, Ini Perlunya Siswa Diedukasi Tanggap Darurat

10 September 2019, 11: 39: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

TANGGAP BENCANA: Siswa SDN Mojoagung 01 Trangkil diberikan edukasi dan simulasi tanggap bencana kemarin.

TANGGAP BENCANA: Siswa SDN Mojoagung 01 Trangkil diberikan edukasi dan simulasi tanggap bencana kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

TRANGKIL, Radar Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengajak siswa di SDN Mojoagung 01 Trangkil untuk melakukan simulasi tanggap bencana kemarin. Simulasi ini dilakukan agar siswa mampu menghadapi masalah saat darurat. Edukasi ini dilakukan karena Kabupaten Pati masuk dalam laboratorium bencana nasional.

Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo melalui Kasi Kesiapsiagaan Khayun Fulanun menuturkan, di tingkat nasional intensitas bencana di Pati menempati urutan ke-174. Pati sering mengalami banjir, angin puting beliung, tanah longsor, dan kekeringan.

”Di zona selatan kalau musim hujan pasti kebanjiran. Sedangkan musim kemarau pasti kekeringan seperti saat ini. Untuk itu perlu penguatan untuk menyadarkan masyarakat level bawah, menengah, dan atas. Terutama level bawah. Sebab di level bawah, kondisinya sedikit labil dalam memahami bencana,” jelasnya kemarin.

Sejak awal BPBD Pati mempunyai peranan penting mengkoordinasikan antara kekuatan pemerintah dan masyarakat sehingga masyarakat siap tanggap bencana. Yakni melalui edukasi dan simulasi bencana yang diberikan kepada semua level, mulai dari siswa hingga masyarakat umum.

”Terutama untuk anak-anak, seperti menanam pohon dan larangan membuang sampah sembarangan. Sebab kalau membuang sampah sembarangan berarti mendukung program perusakan alam,” tegasnya.

Pada simulasi kepada siswa di SDN Mojoagung 01 Trangkil kemarin, selain memberikan edukasi menjaga lingkungan, juga simulasi bencana. Siswa diajak sigap saat ada bencana gempa. Misalnya harus melarikan diri ke tempat aman dan terbuka. Juga menolong sesama yang terkena reruntuhan bangunan saat gempa.

Sementara itu Kepala SDN Mojoagung 01 Trangkil Sufa`ati menuturkan, kegiatan mitigasi edukasi dan simulasi bencana itu sudah diprogramkan di SD tersebut. Sekolah harus bisa memberikan edukasi kepada anak-anak supaya memahami betul sehingga sekolah itu menjadi sekolah tanggap bencana dan menjadi sekolah aman.

”Simulasi langsung diberikan BPBD Pati. Siswa diberikan pemahaman harus tanggap bencana. Mulai dari membuat tandu darurat, membopong yang benar, dan lainnya,” imbuhnya didampingi Pengawas TK dan TK Daerah Binaan III Trangkil Maftukin.

(ks/put/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia