Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Abrasi di Pulau Panjang Robohkan Puluhan Pohon Cemara Laut

10 September 2019, 10: 51: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

KOSERVASI LINGKUNGAN: Salah satu kegiatan PLN UIK TJB dengan menggelar aksi bersih pantai dan penanaman pohon di Pulau Panjang yang rutin tiap tahun digelar.

KOSERVASI LINGKUNGAN: Salah satu kegiatan PLN UIK TJB dengan menggelar aksi bersih pantai dan penanaman pohon di Pulau Panjang yang rutin tiap tahun digelar. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar KudusAbrasi di Pulau Panjang tak hanya gerus daratan, tetapi juga puluhan pohon cemara laut yang sekitar 2014 ditanam roboh. Peristiwa abrasi di Pulau Panjang belum lama ini menjadi perhatian PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN UIK TJB). Salah satu pihak yang menjadi kelompok kerja pengelolaan Pulau Panjang ini menyayangkan adanya kerusakan di pantai Pulau Panjang. Dibutuhkan kerja bareng lintas sektor untuk penanganan Pulau Panjang.

Humas PLN UIK TJB, Grahita Muhammad mengatakan PLN UIK Tanjung Jati B selaku anggota pokja pengelola Pulau Panjang yang aktif terlibat melakukan kegiatan CSR di garis pantai dan perairan Pulau Panjang menyayangkan adanya kerusakan di Pulau Panjang. Gerusan air laut merusak wilayah pantai dan merobohkan pohon cemara laut yang pernah ditanam beberapa tahun lalu.

“Abrasi ini sebelumnya kami pelajari bersama Universitas Diponegoro. Hasilnya, diadakan penanaman seribu cemara laut kurun waktu 2014-2015. Dalam rangka mencegah abrasi dengan pendekatan konservasi lingkungan hidup,” ujarnya.

Berdasarkan monitoring internal tim konservasi PLN UIK TJB pada tahun ini puluhan cemara yang pernah ditanam roboh. Tanaman yang roboh akibat abrasi itu sudah mencapi ketinggian 6,2 meter. Masalah ini dikhawatrkan pada dampak kunjungan ke sana.

Diketahui pengunjung Pulau Panjang selalu meningkat sejak 2016 dari angka 36.000 pengunjung ke 38.000 pengunjung di tahun 2018. Hal ini tak lepas dari penggarapan konservasi lingkungan di Pulau Panjang. “Tentunya akan meningkatkan pendapatan asli daerah Jepara dan memberikan efek domino kepada usaha masyarakat sekitar,” ujarnya.

Jika kerusakan pulau panjang ini  tidak mendapatkan perhatian, wisata pantai pulau panjang akan kehilangan daya tarik  dan pengunjungnya.

Terkait penyebab abrasi pihaknya menilai perlu  dipelajari lebih lanjut. Pokja pengelola Pulau Panjang yang telah dibentuk melalui SK Bupati Jepara tentunya wajib untuk diajak diskusi. Hal ini terkait roadmap pembangunan infrastruktur Pulau Panjang. Agar pembangunan kawasan konservasi ini tetap memiliki marwah konservasi lingkungan. Tidak hanya pendekatan fisik saja.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia