Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Finalis Kakang Mbakyu Blora Belajar Rias Bareng biar Tambah Pede

10 September 2019, 09: 29: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

MAKE OVER: Finalis Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora belajar merias bersama untuk menambah rasa percaya diri saat tampil di depan publik.

MAKE OVER: Finalis Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora belajar merias bersama untuk menambah rasa percaya diri saat tampil di depan publik. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Puluhan peserta Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora 2019 terus digembleng panitia. Kemarin mereka dilatih untuk bisa merias diri sendiri. Sehingga bisa tampil memukau di depan publik. Selain itu mampu menambah rasa percaya diri.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Slamet Pamuji, melalui Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Yeti Romdonah mengungkapkan, untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Bumi Samin, 30 finalis diminta membuat video promo tentang wisata Blora. Berikutnya diunggah di media sosial dengan durasi tiga menit.

”Hari ini (kemarin, Red) diadakan technical meeting. Para finalis diberikan pemahaman apa yang perlu dipersiapkan untuk menunjang kegiatan ini. Selanjutnya mereka merias diri untuk tampil cakep dan cantik,” tegasnya.

(SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Audri Fitria Widowati, salah satu finalis Kakang Mbakyu Kabupaten Blora 2019 mengungkapkan, sebagai generasi milenial, harus mampu dan bisa bersaing di era globalisasi. Selain itu, mampu mempromosikan potensi-potensi daerah.

Menurut pelajar SMAN 1 Jepon ini, salah satu cara mempromosikan potensi wisata yang ada Di Blora bisa dimulai dari lingkungan yang kecil dulu. Yaitu keluarga. Selain itu, dengan membawa mereka ke tempat wisata yang ada di Blora, paling tidak mereka merasa ikut memiliki. Yang pada akhirnya ikut menjaga dan mempromosikan pada sanak saudara di luar Blora.

Begitu juga dengan Ayu Fitria Ningsih. Finalis Kakang Mbakyu SMKN 2 Blora ini mengaku, motivasi untuk mengikuti kegiatan itu karena ingin lebih mengenal dunia pariwisata. Khususnya di Kabupaten Blora. ”Saya tertantang lebih dalam mempromosikan daya tarik wisata di Blora. Tidak hanya itu, saya juga ingin menjadi salah satu pelopor akan pentingnya sadar wisata,” jelasnya.

Dia berharap, dalam Pemilihan Kakang Mbakyu Kabupaten Blora 2019 ini, bisa memberikan ruang kepada para remaja atau pemuda yang memiliki potensi, bakat, dan kompetensi, untuk bersama-sama membangun dunia kepariwisataan di daerah. Yaitu atas dasar nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dimiliki.

Diketahui bersama, dari 80 peserta, ada 30 yang lolos dan maju ke babak final. Untuk 30 finalis yang lolos terdiri dari 15 mbakyu dan 15 kakang. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Baik dari Blora maupun luar Kota Sate. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia