Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

RS Bhina Bhakti Husada Buka Tiga Layanan Khitan

09 September 2019, 15: 12: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: Dokter umum RS Bhina Bhakti Husada, Samsul Hadi saat talkshow dengan tema manfaat khitan bagi kesehatan di salah satu radio di Rembang.

SOSIALISASI: Dokter umum RS Bhina Bhakti Husada, Samsul Hadi saat talkshow dengan tema manfaat khitan bagi kesehatan di salah satu radio di Rembang. (RS BHINA BHAKTI HUSADA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada, Kabupaten Rembang menggelar talkshow khitan. Kegiatan yang digelar bersama salah satu radio swasta tertua di Kota Garam tersebut, menghadirkan narasumber dokter umum RS Bhina Bhakti Husda, Samsul Hadi.

Bincang-bincang tersebut digelar sehubungan banyaknya pasien yang ditangani rumah sakit. Sejak setahun lalu, rata-rata tingkat kepuasan sangat tinggi. Dokter Umum, RS Bhina Bhakti Husada, Samsul Hadi mengamini tingkat kepuasan pasien yang khitan, sangat puas.

”Pelayanan pasien puas saat khitan di RS Bhina Bhakti Husada. Selain pelayanan yang diberikan juga ramah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurut Samsul ada tiga paket yang dapat dipilih pasien. Pertama khitan dilakukan dokter umum. Kedua dilakukan dokter bedah. Ketiga dokter bedah dan dokter anestesi (bius), sehingga menyesuaikan permintaan.

”Dominasi tindakan dari dokter umum. Karena biaya terjangkau. Meskipun juga ada yang menggunakan dokter bedah. Atau minta di kamar operasi sesuai permintaan orang tua,” terangnya.

 Selain tingkat kepuasan pasien tersebut, RS Bhina Bhakti Husada juga lebih dekat dengan masyarakat. Caranya  menggelar talkshow. Dengan tema manfaat khitan bagi kesehatan. Yakni, untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran kencing.

Berikutnya mengurangi resiko penyakit menular seksual. Ketiga bagi pasangan dapat menurunkan resiko kanker serviks. Edukasi inilah yang dibagikan masyarakat. Sekaligus untuk sharing tanya jawab terkait khitan.

”Khitan tidak ada patokan umur. Mau lahir langsung di sunat atau sudah tua. Cuma yang membedakan hanya indikasi. Misalnya, harus segera di sunat atau belum,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia