Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Sasar Pemilih Muda, Dispendukcapil Jemput Bola ke Sekolah

07 September 2019, 12: 57: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

JEMPUT BOLA: Petugas Dispendukcapil Grobogan melakukan jemput bola di sejumlah MA se-Kabupaten Grobogan.

JEMPUT BOLA: Petugas Dispendukcapil Grobogan melakukan jemput bola di sejumlah MA se-Kabupaten Grobogan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, Radar Kudus – Meski stok blangko kerap habis sepanjang tahun ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan tetap gencar mengejar rekam melalui jemput bola. Hal ini dilakukan sebab akan mendekati penyelenggaraan pemilihan bupati. Ditargetkan kekurangan rekam e-KTP rampung tahun ini.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moch Susilo mengatakan, sejak bulan lalu Dispendukcapil mulai melakukan rekam jemput bola ke 43 Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Grobogan. Sekiranya 9.200 siswa kelas X hingga XII melakukan rekam.

”Sebelumnya kami sudah melakukan jemput bola ke lansia dan difabel. Kemudian per Agustus ini, kami melakukan jemput bola ke sejumlah MA, kami bekerja sama dengan Kemenag. Selain rekam data, kami sekaligus udpate data pendidikan, golongan darah, dan pekerjaan orang tua,” ujarnya.

Adanya jemput bola, pihaknya menargetkan rekam data bisa rampung tahun ini. Sampai saat ini hanya kurang 0,6 persen yang belum rekam. ”Bulan lalu ada 5.594 yang rekam data, sekiranya ada 46 orang yang melakukan rekam data per hari,” tambahnya.

Meski gencar melakukan rekam data, stok blangko untuk cetak e-KTP kerap kosong. Bahkan, hari ini stok blangko di Dispendukcapil ludes. Padahal tiga hari lalu mendapatkan kiriman 400 blangko dari provinsi.

Biasanya, jika mendapatkan kiriman blangko maka akan langsung dipakai untuk cetak e-KTP pemilih pemula. Sedangkan yang mengajukan cetak karena e-KTP rusak dan hilang akan diberi surat keterangan (suket) sementara. Suket berlaku selama enam bulan dan bisa dilakukan perpanjangan.

”Meski blangko habis dan antrean menumpuk, kami tetap menerima rekam data. Sebelum mereka mendapatkan e-KTP, sementara ini mereka memakai suket pemakaiannya sama dengan e-KTP,” paparnya.

Diungkapkan, hingga kini jumlah penduduk yang belum rekam sebanyak 8.900 dari 1.082.505 wajib KTP. Namun, jumlah yang belum rekam tersebut bisa terus berubah.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia