alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Berdalih Bisa Mengobati, Pria Ngaku Dukun Dua Kali Setubuhi Korban

06 September 2019, 14: 13: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

HIDUNG BELANG: Kasatreskrim AKP Agus Supriyadi mengamankan tersangka dukun cabul Inggit Aji Pangestu warga Kecamatan Jekulo, Kudus yang melakukan aksinya di Wirosari.

HIDUNG BELANG: Kasatreskrim AKP Agus Supriyadi mengamankan tersangka dukun cabul Inggit Aji Pangestu warga Kecamatan Jekulo, Kudus yang melakukan aksinya di Wirosari. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Tersangka dukun cabul Inggit Aji Pangestu, 29, warga Kecamatan Jekulo, Kudus diamankan Satreskrim Polres Grobogan. Hal itu, setelah korban IR, 25, warga Kecamatan Wirosari menjadi korban pencabulan tersangka dengan dalih pengobatan mengaku sebagai dukun. Bahkan, tersangka sudah dua kali menyetubuhi korban.

Kejadian berawal dari tersangka yang berprofesi sebagai tukang sumur di Kecamatan Wirosari pada 10 Agustus 2019 lalu. Saat memperdalam sumur korban, tersangka mengaku bisa menyembuhkan penyakit akibat terkena santet dan guna-guna. Kabar tersebut kemudian didengar korban dan diminta untuk menyembuhnya penyakitnya kepada tersangka.

”Saat pengobatan saya minta waktu tiga hari. Karena butuh waktu tirakat. Saya mengobati dengan memijat dan menggunakan media telur ayam,” kata tersangka.

Dia mengaku, saat pengobatan pertama dilakukan dengan cara memijat korban di tempat tidur. Selanjutnya korban dimandikan di kamar mandi dengan tubuhnya ditutup selendang. Kemudian hari ketiga korban dimandikan dalam kondisi tanpa busana sehingga tersangka bebas meraba dan memegang bagian tubuhnya.

”Saat pengobatan saya sempat lakukan persetubuhan dengan korban dua kali. Saya beralasan agar santenya hilang. Dan saya gunakan telur sebagai perantara untuk membuat santet,” imbuhnya.

Meski demikian, aksi yang dilakukan terendus oleh warga sekitar. Sehingga korban minta tolong kepada warga sekitar. Warga lalu berdatangan untuk memberikan pertolongan. Kejadian itu, kemudian dilaporkan ke Mapolsek Wirosari.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi mengatakan, laporan dari warga langsung diterima petugas dan mengamankan tersangka. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan tersangka, sorban, satu telur angsa, tiga butir telur ayam yang diberi tulisan arab, dan gelas berisi telur dan potongan ijuk.

”Tersangka mengelabuhi korban dengan modus jadi dukun bisa mengobati orang. Tersangka kami jerat dengan pasal 286 KUH Pidana Jo Pasal 390 ayat (1e) KUH Pidana dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun,” terang dia.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP