Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Nyanting Demi Orang Tua

06 September 2019, 08: 33: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Anis Fitria

Anis Fitria (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

AKTIVITAS mbatik sudah dilakoni Anis Fitria sejak kecil. Berawal melihat sang ibunda. Yang merupakan pekerja batik. Di salah satu butik batik Lasem. Motivasinya dalam membatik bisa dibilang cukup mulia. Ingin membuat usaha butik sendiri. Agar bisa membanggakan orangtua.

Sudah dari Sekolah Dasar, Si Anis ini belajar membatik. Katanya cukup sulit. Butuh waktu sekitar setahun. Jika mulai belajar dari nol.”InsyaAllah bisa,” ujarnya.

Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdhatul Ulama (NU) Lasem itu mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah yang berkaitan dengan membatik. Ia tampaknya juga bersemangat mengikuti kegiatan. Karena bercita-cita ingin membanggakan orang tua.

Karena orang tua bekerja di butik orang lain. Sehingga, jika kelak ia memiliki usaha batik sendiri akan lebih membanggakan.

Teknik-teknik membatik saat ini sudah Anis ketahui. Mulai membentuk pola, mencanting, tembok, hingga pewarnaan. ”Ya lumayan tahu sih,” ungkapnya.

Karena kemampuannya ini, perempuan kelahiran Rembang, 27 Januari 2001 ini ditunjuk sekolah mewakili lomba membatik. Di tingkat kabupaten. Tingkat SMA sederajad.

Dalam lomba ini, model pola sudah ditentukan panitia. Tetapi untuk motif berasal dari kreasi masing-masing. Jadi, ia harus memikirkan konsep sendiri. Kemudian dikonsultasikan kepada guru pembimbing. Jika ada beberapa yang dinilai kurang.”Nanti dimotivasi guru biar hasilnya lebih bagus,” imbuhnya.

Dari sekolah ia membuat pola terlebih dahulu. Menggunakan pensil. Saat lomba, Anis menorehkan canting di kain berukuran sekitar 0,5x1,5 meter. Dengan batas waktu dua jam. Dan berhasil tercapai. Ia pun mendapatkan juara II. Pada lomba batik 2018 kemarin. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia