Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Membina Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah

05 September 2019, 13: 24: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

Dewi Salamah, S.Pd.; Guru SMA 1 Kudus

Dewi Salamah, S.Pd.; Guru SMA 1 Kudus (dok pribadi)

Share this      

MEMILIKI keluarga yang utuh adalah dambaan setiap orang yang berada dalam suatu pernikahan. Untuk mendapatkan keluarga dan rumah tangga yang utuh, diperlukan adanya cara membina keluarga dengan sakinah, mawadah dan warohmah. Menikah adalah salah satu tindakan untuk mengikuti sunnah Rasul. Karena itulah orang yang menikah harus menjaga pernikahannya dengan baik agar kehidupan rumah tangganya menjadi tenteram dan langgeng.

Menikah dalam Islam telah mempunyai petunjuknya sendiri dalam Alquran dan Hadis. Petunjuk itu seperti mulai dari persiapan pernikahan, menikah tanpa pacaran, dan juga mengatur kehidupan rumah tangga.

Bagaimana caranya membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah? Hal itu sangat mungkin jika orang yang berumah tangga menerapkan beberapa Cara Membina Keluarga Sakinah, berikut ini:

Memilih pasangan dengan kriteria yang tepat. Untuk memastikan kita bisa membangun keluarga yang sakinah maka kita harus bisa menentukan kriteria pasangan yang dicari dengan tepat. Tanpa pemilihan pasangan yang cermat, akan sulit mencapai kondisi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Oleh karena itu tentukan dulu pasangan seperti apa yang dibutuhkan untuk membina keluarga yang sakinah, dan carilah kriteria tersebut pada calon pasangan yang ada.

Memenuhi syarat utama dalam berumah tangga. Syarat utama lainnya dalam berumah tangga adalah Mawaddah yaitu artinya ‘Cinta yang menggebu’  dan Rahmah yang artinya siap berkorban kepada yang dikasihi dan memiliki kasih sayang yang lembut. Ketika kedua syarat ini terpenuhi maka untuk menuju rumah tangga yang sakinah tidak akan menjadi begitu sulit, karena keduanya sudah menjadi landasan terbentuknya satu rumah tangga.

Memelihara saling pengertian. Tumbuhkanlah rasa kasih dan sayang keduanya dan juga anggota keluarga itu baik. Kedua pihak harus dapat mencari cara menghilangkan sifat egois dan cara menghilangkan sifat sombong agar dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain.

Landasi rumah tangga dengan ajaran agama. Tentu saja cara membina rumah tangga sakinah dan cara membina rumah tangga yang baik adalah dengan melandasinya ajaran agama.

Mengisi rumah tangga dengan kasih sayang. Cintailah setiap anggota keluarga dengan sepenuh hati, maka rumah tangga akan selalu penuh dengan kasih sayang. Anak-anak butuh dipeluk orang tuanya dan pasangan hidup butuh untuk didampingi dan menjadi batu sandaran dalam sulit.

Senantiasa selalu bersyukur. Suami dan istri tidak lupa bersyukur untuk beberapa hal kecil lainnya setiap mereka berdoa kepada Allah. Yakinlah bahwa semua ujian dalam rumah tangga akan membuat kita lebih kuat dan beriman. Selalu bersyukur terhadap berbagai hal akan menjadi cara menjaga kesehatan hati dan cara menghindari perilaku tercela yang bisa muncul dalam diri istri atau suami.

Menjalankan kewajiban masing-masing dengan baik. Suami atau istri harus mengetahui dan memahami tentang tugas kewajiban masing-masing dengan penuh pengertian.

Saling menghargai. Adanya rasa saling menghargai maka suami dan istri akan tahu bagaimana perasaan masing-masing terhadap sesuatu hal tanpa perlu dipaksa untuk mengungkapkannya.

Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Perlunya kebiasaan saling mengintrospeksi diri dan terus mencari cara merubah sifat serta cara menjadi pribadi yang baik sangat penting agar kekurangan suami dan istri dapat diterima oleh satu sama lain dan tidak menjadi masalah besar dalam sebuah pernikahan.

Memelihara kepercayaan terhadap pasangan. Suami dan istri tidak bisa rukun bila salah satu selalu curiga terhadap yang lainnya.

Setia, sangat penting untuk menjadi pasangan yang setia tentunya. Pada intinya, cara membina keluarga sakinah mawaddah warohmah akan terletak pada bagaimana suami dan istri menerapkan nilai-nilai agama dalam rumah tangganya. Jika keduanya sepakat untuk menerapkan nilai Islami sebagai pedoman dan tuntunan dalam berumah tangga, maka tujuan untuk mendapatkan rumah tangga yang sakinah akan tercapai. Jika sebuah rumah tangga berhasil berjalan dengan sakinah, mawaddah dan warohmah bahagia di dunia dan di akherat, hal itu akan memberikan kebaikan bagi semua orang yang terlibat didalamnya. Semoga bermanfaat. Aamiin Yarabbal alamiin. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia