Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Kadin Prioritas Atasi Masalah Perizinan dan Ketenagakerjaan

05 September 2019, 12: 30: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

PERHATIKAN TENAGA KERJA: Salah satu pekerja sedang menempel ukiran mebel. Masalah ketenagakerjaan dan perizinan jadi sorotan Kadin Jepara bagi investor yang masih belum beres namun sudah beroperasi.

PERHATIKAN TENAGA KERJA: Salah satu pekerja sedang menempel ukiran mebel. Masalah ketenagakerjaan dan perizinan jadi sorotan Kadin Jepara bagi investor yang masih belum beres namun sudah beroperasi. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Jepara menyoroti perizinan usaha di Kota Ukir. Salah satunya dengan adanya kejadian kebakaran di salah satu perusahaan dengan pemodal asing di Desa Rengging, Pecangaan, baru-baru ini. Salah satu korban tak memiliki jaminan ketenagakerjaan.

Ketua Kadin Jepara Andang Wahyu Triyanto mengatakan, pihaknya menyayangkan perusahaan pemodal asing sudah beroperasi. Padahal ada perizinan yang belum ditempuh. Terbukti ketika salah satu pekerja mengalami kecelakaan, saat perawatan terkendala jaminan kesehatan.

”Mungkin kalau tidak ada kejadian kebakaran itu, tidak tahu kalau masalah jaminan ketenagakerjaan bermasalah di perusahaan itu, " tuturnya.

Pihaknya menyayangkan minimnya pengawasan perizinan selama ini. Usai kejadian kebakaran itu, pihaknya menerima informasi terkait korban yang tak memiliki jaminan ketenagakerjaan. Kemudian melaporkan ke perizinan Provinsi Jawa Tengah.

”Kami bahkan bertemu langsung dengan kepala dinas di Semarang. Supaya mengecek, terutama pemodal asing bisa memenuhi persyaratan perizinan, " tuturnya.

Ia menilai masih ada pengusaha yang perizinannya bermasalah. Kadin Jepara saat ini fokus pada pengambangan investasi, ketenagakerjaan, dan perizinan. ”Jika tidak dikawal, investor seenaknya saja. Karyawan harus dilindungi. Asosiasi pekerja juga digandengan untuk mengawal ketenagakerjaan,” ucapnya.

Dia menambahkan, dari sisi pengusaha pihaknya juga mengawal. Dari sisi ketenagakerjaan pun sama. Supaya usaha yang berlangsung di Kota Ukir bisa berjalan sesuai prosedur.

Bersama dengan asosiasi pengusaha lain, masalah investasi dibuka lebar bagi para investor. Terutama di bidang industri mebel kreatif. Sebab, saat ini di tengah maraknya industri garmen, mebel butuh dorongan supaya terus bergeliat. Namun yang perlu jadi catatan, investasi dibuka lebar dengan pemenuhan persyaratan dan regulasi. ”Supaya ke depan tak hanya memberikan manfaat bagi warga. Tapi memihak pada tenaga kerja,” imbuhnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia