Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Menumbuhkan Budaya Penelitian di Sekolah

04 September 2019, 13: 19: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

Yulianti Wahyu Lestari, S.Pd.; Guru PPKn SMP 3 Jekulo Kudus

Yulianti Wahyu Lestari, S.Pd.; Guru PPKn SMP 3 Jekulo Kudus (dok pribadi)

Share this      

KURIKULUM pendidikan di sekolah saat ini hanya menerapkan interaksi antara guru dan siswa di ruang kelas dengan pola pedagogik berupa teori dan praktik. Pola kurikulum yang demikian dianggap belum mampu mengembangkan pemikiran siswa untuk mengatasi permasalahan di sekitarnya.

Siswa seringkali menjadi pembelajar yang pasif karena pandangan bahwa berdasarkan teori, suatu soal memiliki satu jawaban yang tepat. Padahal dalam kehidupan sehari-hari siswa dihadapkan pada berbagai macam pilihan jawaban dalam memecahkan persoalan. Untuk itu, siswa seringkali hanya ingin mencari jawaban yang tepat saja tanpa proses pemilihan jawaban.

Menanggapi kenyataan di atas, sekolah sebagai sarana yang membantu siswa mengembangkan karakternya perlu mengajak siswa untuk berperan aktif dalam mengatasi permasalahan di sekitarnya. Siswa bisa diajak untuk memecahkan masalah yang sederhana sampai yang rumit atau kompleks dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sekolah dapat mengembangkan karakter siswa yang berbudaya riset (penelitian). Sekolah yang menumbuhkan budaya riset dapat merangsang aktivitas motorik siswa dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan riset siswa di sekolah perlu didorong untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing secara global di masa depan dan membantu terciptanya sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Siswa yang aktif melakukan riset akan terbentuk mental dan pola pikirnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, riset diartikan sebagai penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran lebih baik. Riset dapat juga diartikan sebagai kegiatan yang berdasar pada objek tertentu, kajian dengan latar belakang keilmuan dan menggunakan dasar kajian berupa fakta. Riset meliputi kegiatan mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta menyajikan data secara sistematis dan objektif dengan tujuan memecahkan suatu masalah.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karakter siswa dalam hal budaya penelitian di sekolah. Guru memiliki peran penting untuk mewujudkan upaya tersebut. Sebagai guru kreatif, banyak kesempatan untuk menumbuhkan paradigma budaya riset pada siswa.

Untuk membangun budaya penelitian, guru diharapkan tak hanya terpaku pada buku dan literasi, tapi harus bisa mengembangkan ide dan pemikirannya. Beberapa langkah dan cara menarik yang dapat dilakukan untuk membangun budaya penelitian siswa, di antaranya menugaskan siswa mencari artikel, menjelaskan, serta berdiskusi tentang artikel yang telah dicari dan mengadakan pameran hasil penelitian baik di dunia maya dan dunia nyata.

Budaya penelitian di sekolah dapat dimulai dari pencarian artikel. Guru dapat menugaskan siswa memecahkan suatu masalah sederhana dengan mencari berita atau artikel yang aktual, relevan, dan menarik yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga membuka wawasan siswa bahwa penelitian itu mudah dan menyenangkan. Sumber artikel tak hanya berasal dari koran maupun majalah, tetapi juga bisa didapatkan dari media sosial. Kemajuan teknologi dan kebutuhan real time akan informasi pengetahuan akan memudahkan pencarian artikel yang dibutuhkan bagi siswa untuk melaksanakan penelitian.

Setelah mendapatkan artikel yang dibutuhkan, siswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan dan mempresentasikan hasil penelitiannya di depan kelas. Akan menjadi kebanggaan tersendiri jika siswa diberikan kesempatan tersebut. Selama ini, siswa hanya terbatas pada kunci jawaban dari buku sehingga minim pada pemikiran dan hasil penelitian siswa sendiri. Kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk menjelaskan hasil penelitiannya di depan kelas akan memberikan semangat dan inspirasi kepada teman-temannya yang lain, sehingga dengan semangat tersebut akan menumbuhkan kecintaan budaya penelitian pada siswa.

Salah satu yang dapat membanggakan dan memberikan rasa kepuasan siswa, ketika hasil penelitiannya mendapat apresiasi orang lain. Apresiasi dapat berupa pemberian hadiah maupun memamerkan hasil penelitian, baik melalui media sosial, maupun di lingkungan sekolah. Hasil penelitian yang dibagikan ke media sosial memberikan pengaruh luas karena dapat dilihat siapapun, kapanpun dan dimanapun. Sedangkan hasil penelitian yang dipamerkan di lingkungan sekolah dapat ditempel pada papan pengumuman, majalah sekolah, dan media sekolah lain.

Sekolah juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya penelitian. Semua stakeholder di sekolah perlu secara konsisten membantu dan mendukung peserta didik dalam menumbuhkan semangat penelitian, sebab sekolah merupakan pintu utama siswa dalam membentuk karakter. Dengan dukungan semua pihak sekolah, bukan tidak mungkin budaya yang terbangun akan menjadikan sekolah tersebut, memiliki kualitas kompetensi lulusan yang bermutu tinggi sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Jika budaya penelitian diterapkan di sekolah, baik melalui integrasi di setiap mata pelajaran maupun implementasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, maka akan menciptakan siswa yang mampu berpikir kritis dan mampu menyelesaikan berbagai masalah di sekitarnya. Budaya penelitian akan menjadi bekal siswa menghadapi perkembangan global, sehingga menciptakan SDM unggul dan berkualitas. Dengan SDM unggul, Indonesia akan maju. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia