Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Ini Hasil Laboratorium soal Keracunan Lima Anak di TPA Aisyiyah

30 Agustus 2019, 15: 56: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

HASIL LAB: DKK Kudus memperlihatkan hasil laboratorium terkait kasus keracunan lima anak di TPA Aisyiyah, Janggalan, Kudus.

HASIL LAB: DKK Kudus memperlihatkan hasil laboratorium terkait kasus keracunan lima anak di TPA Aisyiyah, Janggalan, Kudus. (ISTIMEWA)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mendapat laporan dugaan keracunan lima anak balita di taman penitipan anak (TPA) Aisyiyah, Janggalan. Diduga karena keracunana biskuit. Kejadian ini terjadi pada Kamis (8/8).

Kejadian berawal ketika salah satu orang tua anak warga Desa Demangan, Kecamatan Kota menjemput anaknya untuk pulang ke rumah. Menurut penuturan Nola, 27, orangtua korban pukul 14.10 anaknya mengalami diare berkepanjangan. Begitu pula dengan keponakannya (anak kakaknya) yang satu TPA juga mengalami hal yang sama.

Karena penasaran Nola lalu menelpon tetanggnya yang juga dititipkan di TPA itu. Hal yang sama juga dialami oleh anak tetangganya itu. Melihat kondisi itu lanjut Nola, lantas membawa anak ke Klinik Asy Syifa Janggalan. Anaknya harus dilarikan ke RSUD Loekmono Hadi Kudus. Korban dirawat tiga hari.

Dari penuturan salah seorang pengasuh TPA, Nola mengatakan, anak-anak diberi biskuit dengan masa kedaluwarsanya (expired) bulan Januari 2020. Karena dianggap aman, maka pengasuh tersebut memberikan biskuit itu ke anaknya dan anak lainnya.

Biskuit itu pun dibawa ke Semarang untuk dicek lab. Namun hasil laboratorium ternyata negatif.

Kasi Surveilens dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan kabupaten Kudus Aniq Fuad mengatakan hasil pemeriksaan negatif. Bisa jadi, sebelum diberikan biskuit anak–anak itu diberikan makanan lain atau minuman oleh pengasuhnya. Melihat dari kasus itu tegas Aniq Fuad, jelas ciri–ciri itu adalah keracunan. Sebab menimpa 5 anak sekaligus. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Ke depan kata dia, bila ada kasus serupa diharapkan ada keterbukaan dan kejujuran sehingga penyebab pastinya akan diketahui. Terkait adanya kasus ini lanjut Aniq Fuad, pihaknya akan segera melakukan pembinaan ke TPA tersebut sambil menyerahkan hasil laboratnya.

Terpisah, penanggung jawab TPA Aisyiyah Janggalan Fajar Sri Utami mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan. Setelah mengetahui hasil laborat, maka pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap pengasuh di TPA nya itu.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia