alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Dukung Perizinan, Akhir Tahun Pengembangan Stasiun Cepu Dimulai

30 Agustus 2019, 14: 40: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

SEPAKAT MENGEMBANGKAN: Bupati Djoko Nugroho ditemani Wakil Bupati Arief Rohman bersama Direktur PT KAI Daop 4 Semarang M Nurul Huda dan Adm Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto meninjau kondisi Stasiun Cepu kemarin.

SEPAKAT MENGEMBANGKAN: Bupati Djoko Nugroho ditemani Wakil Bupati Arief Rohman bersama Direktur PT KAI Daop 4 Semarang M Nurul Huda dan Adm Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto meninjau kondisi Stasiun Cepu kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai merintis kerja sama pengembangan potensi transportasi, perhubungan, dan pariwisata (TPP) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Perum Perhutani. Ini merupakan tindak lanjut pertemuan Wakil Bupati (Wabup) Arief Rohman dengan Direktur PT KAI Daop 4 Semarang Muhammad Nurul Huda di Stasiun Tawang beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Blora, kemarin Bupati Djoko Nugroho bersama Wabup Arief Rohman kembali bertemu dengan direktur PT KAI Daop 4 Semarang dan Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto di Stasiun Cepu. Dalam pertemuan ini, mereka berdiskusi tentang rencana pengembangan stasiun, pembangunan terminal angkutan kereta barang, penambahan jadwal keberangkatan kereta api, pembangunan taman tematik Loko Uap, hingga revitalisasi jalur rel wisata Loko Tour Perhutani KPH Cepu.

Dalam kesempatan itu, direktur PT KAI Daop 4 Semarang mempresentasikan rencana pengembangan Stasiun Cepu. Di antaranya perluasan dan penataan lokasi parkir inap stasiun, perbaikan peron, dan penambahan sejumlah fasilitas penunjang lain.

(SUBEKAN/RADAR KUDUS)

”Pengembangan stasiun direncanakan mulai 2020. Namun jika pemkab bisa mendukung perizinan, maka bisa kami percepat mulai akhir 2019 ini. Dengan adanya pengembangan stasiun, diharapkan penumpang semakin merasa nyaman bepergian menggunakan kereta api,” terangnya.

Tak hanya pengembangan stasiun penumpang, kemungkinan pembangunan terminal angkutan kereta barang juga dilakukan. Sebab, banyak potensi angkutan barang di Kabupaten Blora dan sekitarnya. Seperti jasa pengiriman barang, pengiriman kayu dari Perhutani, pengiriman produk minyak bumi dan gas (migas), serta semen dari Rembang.

Sementara itu, Adm Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto menyampaikan, pihaknya ingin ikut mengembangkan potensi daya tarik wisata Loko Tour yang selama ini terkendala rusaknya bantalan jalur rel. ”Sudah banyak bantalan rel Loko Tour yang aus, sehingga tak kuat menyangga laju kereta. Kalau bisa, kami minta bantuan dari PT KAI untuk pengadaan bantalan rel, sehingga wisata Loko Tour bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Tidak rawan anjlok,” terangnya.

Menanggapi pernyataan ini, Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan respon positif. ”Pemkab Blora akan mendukung penuh, mulai dari perizinan hingga penataan akses jalan. Kami berharap seluruh aset PT KAI di Cepu bisa dimaksimalkan,” harapnya.

Pihaknya juga sudah setahun lebih minta bantuan loko uap kuno ke PT KAI yang akan dipasang sebagai salah satu ikon taman tematik di Taman Seribu Lampu. Namun hingga saat ini belum mendapatkan respon.

”Begini saja, kita jalin kerja sama antara pemkab, PT KAI, dan Perhutani. Pemkab akan membantu semua perizinan, penataan akses jalan pengembangan Stasiun Cepu, serta pembangunan terminal angkut kereta barangnya PT KAI. Sedangkan PT KAI membantu revitalisasi jalur rel wisata Loko Tour milik Perhutani KPH Cepu. Sedangkan Perhutani, saya minta membantu satu unit loko uap yang sudah tidak beroperasi untuk dipasang sebagai ikon baru di taman tematik Taman Seribu Lampu,” ungkapnya.

Ide bupati itu disambut baik Direktur PT.KAI Daop 4 Semarang M Nurul Huda. Menurutnya, bulan depan direktur Utama PT KAI pusat akan datang ke Stasiun Cepu. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk mematangkan konsep kerja sama sama ini. ”Pertengahan September nanti Pak Dirut PT KAI akan datang ke Cepu. Monggo kita agendakan pertemuan bersama. Nanti bisa lebih dimatangkan lagi kerja samanya. Kalau bisa pimpinan Perhutani juga ikut,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Arief Rohman menyatakan, pihaknya siap turut mengawal kelancaran rencana kerja sama ini. ”Saat ini kami kawal pembangunan (reaktivasi) Bandara Ngloram oleh Kementerian Perhubungan. Selanjutnya kami siap mengawal proses pengembangan Stasiun Cepu, pembangunan terminal angkut kereta barang, dan revitalisasi jalur rel Loko Tour,” terangnya.

Jika semuanya berjalan lancar, perekonomian Blora bisa meningkat seiring semakin mudahnya akses menuju Kota Sate. Untuk diketahui, Jalan Nasional Rembang-Blora-Cepu saat ini juga sedang proses pelebaran yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP