Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Diduga Pukul Tetangga, Oknum Dewan Dilaporkan Polisi

30 Agustus 2019, 14: 25: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

LAPOR KE SPKT: Korban penganiayaan Suharto (kanan) melaporkan anggota DPRD Grobogan Anang Prasetyo Daryanto ke ruang SPKT Polres Grobogan, Kamis (29/8) kemarin.

LAPOR KE SPKT: Korban penganiayaan Suharto (kanan) melaporkan anggota DPRD Grobogan Anang Prasetyo Daryanto ke ruang SPKT Polres Grobogan, Kamis (29/8) kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Anggota DPRD Grobogan Anang Prasetyo Daryono dilaporkan ke Polres Grobogan kemarin. Anggota dewan dari Partai Gerindra ini, diduga telah melakukan penganiayaan kepada Suharto, 33, warga RT 2/RW 10, Kelurahan/Kecamatan Grobogan.

Kejadian itu berawal saat korban berada di dalam rumah ibunya sekitar pukul 23.30. Saat bersamaan ada Gepeng, pekerja dari Anang Prasetnyo lewat di depan rumahnya menggunakan sepeda motor. Dia melewat untuk melihat proyek aspirasi pembangunan talut desa setempat.

Diduga, saat mengendarai sepeda motor itu dia membleyer (membunyikan gas motor dengan keras). Suharto merasa terganggu, karena ada keponakannya menangis. Selanjutnya, korban mengirim pesan melalui Whatsapp (WA) kepada Anang Prasetyo sebagai bosnya Gepeng yang bekerja sebagai mandor bangunan.

”Bos nyuwun sewu. Gepeng kok mboten sopan. Numpak motor buanter karo dibleyer (Bos permisi. Gepeng tidak sopan. Mengendarai motor kencang dengan dibleyer),” kata Suharto.

Mendapatkan pesan WA tersebut, Anang membalas. ”Iki Sopo? Lapo karepmu? (Ini siapa? Apa maksudmu?),” jawab Anang melalui WA.

Suharto kemudian menjawab: ”Totok bos. Ki mau anake adiku kaget. Bos nek kulo salah nggeh lepate. Rumangsane kulo niku kulo boten nate sanjangan kaleh dias. Kulo ngapuntene (Totok bos. Ini tadi anak adik saya kaget. Bos kalau saya salah mohon maaf. Maksud saya itu tidak pernah laporan dengan dias. Saya mohon maaf),” jawab Suharto.

Suharto kemudian datang ke rumah Anang Prasetyo Daryono. Setelah sampai di rumah Anang sekitar pukul 23.30, korban langsung dipegang oleh Gepeng. Seketika itu, Anang yang berada di dalam rumah keluar dan langsung memukul. ”Saat itu, baju saya dipegang Gepeng. Dan Pak Anang langsung memuluk saya,” terang Suharto.

Mendapatkan penganiayaan tersebut, dirinya langsung dilerai warga sekitar. Korban kemudian pulang dan melaporkan kejadian ini ke Polres Grobogan atas kasus penganiayaan. Dia juga lakukan visum di RS Yakkum Purwodadi.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi menyatakan, laporan penganiayaan sudah diterima oleh penyidik dan sudah dilakukan pemeriksaan. ”Laporan sudah kami terima dan sekarang melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kemudian meminta keterangan saksi-saksi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Anang Prasetyo Daryono ketika dikonfirmasi dia mengaku tak bersalah. Dia membantah telah melakukan penganiayaan. ”Saat itu, saya hanya melerai agar tidak bertengkar di rumah saya. Banyak saksi dan Pak RT ada di tempat,” ujarnya.

Menurutnya, dia tidak memukul korban. Namun, dia hanya melerai korban dengan Gepeng dan mendorong korban. Saat kejadian banyak warga di depan rumahnya. ”Saya hanya mendorong. Tidak ada pemukulan,” tandasnya.

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia