Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Kurangi Sampah, Gubernur Ganjar Gunakan Kendi

29 Agustus 2019, 13: 34: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

SEGER: Gubernur Jawa Tengah saat menenggak Air Kendi sebelum upacara Jambore Daerah (Jamda) XV yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Jawa Tengah di lapangan Bumi Perkemahan “Mustika” Blora kemarin.

SEGER: Gubernur Jawa Tengah saat menenggak Air Kendi sebelum upacara Jambore Daerah (Jamda) XV yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Jawa Tengah di lapangan Bumi Perkemahan “Mustika” Blora kemarin. (HUMAS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar KudusJambore Daerah (Jamda) XV yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Jawa Tengah di lapangan Bumi Perkemahan “Mustika” Blora dimanfaatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk titip pesan kedamaian. Selain itu, menjaga gotong royong, dan berinovasi. Ganjar tak mau gunakan air minum berwadah plastik, tetapi kendi. Yaitu wadah air (semacam teko) terbuat dari tanah liat.

Dalam kesempatan itu, gubernur berpesan agar adik-adik Pramuka bisa menjadi agen perubahan berawal dari dirinya sendiri. “Anggota Pramuka harus kreatif dan inovatif. Menciptakan perubahan positif yang tepat guna sesuai kemajuan teknologi. Jadilah generasi millenial yang mampu berkarya, mau memulai hal baru, bukan sebagai kaum penunggu dan penikmat perubahan,” pesannya.

Contoh sederhananya adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan peduli sampah. Di mana sebagai anggota Pramuka harus bisa memilah dan memilih bahan apa saja yang minim menimbulkan sampah.

“Saya senang dalam pelaksanaan Jamda kali ini sudah tidak ada minuman botol kemasan. Semuanya bawa tumbler sendiri-sendiri. Karena panitia hanya menyediakan air putih dalam galon. Ini memang sederhana, namun dampaknya luar biasa untuk menjaga lingkungan kita bebas sampah plastik. Apalagi tadi saya disuguhi minum pakai kendi khas Blora banget, seger,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Jawa Tengah ini juga menyampaikan, bahwa saat ini Pramuka tidak hanya tentang pendidikan karakter saja. Namun juga tentang penanaman nilai nilai kebangsaan (cinta tanah air) dan kecakapan hidup.

“Berkarakter sudah, maka kini Pramuka kini harus memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Pramuka harus bisa menjadi perekat NKRI. Bangsa kita saat ini sedang dibenturkan antara saudara, antar suku dan antar agama. Jangan sampai kita terpengaruh. Sebarkan rasa cinta kasih, gotong royong dan stop hoax,” jelasnya.

Selain itu, Ganjar juga titip dua PR bagi Pramuka. Mulai dari penyelesaikan sampah dan bagaimana menjadi agen perubahan dan pemersatu bangsa. “Saya titip. Pramuka Jawa Tengah saya kasih PR. Selesaikan persoalan sampah. Mulai dari hulu, bagaimana berperilaku terhadap pengelolaan sampah. Bagaimana kita arif bijaksana menggunakan sesuatu yang akan berdampak pada sampah, dan bagaimana kita mengolahnya. Saya butuh ide-ide kreatif dan inovatif dengan ide, gagasan, karya mungkin juga produk-produk yang dihadilkan dan itu keluar dari pramuka. Sehingga, Pramuka akan menjadi penyelesaian masalah bukan menjadi pencipta masalah,” terangnya.

Gubernur juga meminta, kepada seluruh komponen, agar dalam dua bulan ini Gerakan Pramuka Jateng bisa menyelesaikan persoalan sampah. “Saya tunggu hasilnya. Setelah itu kirim ke kantor gubernur. Ketemu dengan saya,” tegasnya.

Titipan kedua Gubernur adalah, bagaimana Pramuka selalu menyampaikan pesan-pesan damai. Pesan gotong royong, pesan-pesan cinta kasih, membuat narasi-narasi baik. Sehingga orang akan selalu bersama, dan tidak pernah baper. Sehingga menimbulkan persatuan dan kesatuan.

“Hakekat manusia jangan sampai hilang. Silaturrahmi jangan sampai putus. Itulah kemudian spirit gotong royong Prmuka selalu update dan merespon seluruh tantangan zaman yang dimiliki. Dan Pramuka, wajib hukumnya untuk berinovasi,” tegasnya.

Selanjutnya, Ganjar mengucapkan terima kasih kepada bupati Blora dan wakil bupati Blora, beserta seluruh jajarannya yang telah menyiapkan semuanya. Sehingga Jamda XV dan peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Jawa Tengah bisa berjalan dengan baik di Blora.

“Kalau tidak di Blora, mungkin tidak akan ada lapangan golf disulap menjadi Bumi Perkemahan. Ini semua merupakan kerja keras bapak bupati dan jajarannya. Semoga nantinya bisa menjadi bumi perkemahan yang berfasilitas lengkap. Sebagai tempat mendidik dan menempa generasi muda Pramuka,” pungkasnya.

Gubernur juga sempat meminta dua peserta Jamda untuk maju dan memberikan solusi bagaimana mengahadapi persoalan sampah. Sementara itu, Khoirul Huda, salah satu peserta dari Kwarcab Banyumas, menjelaskan, bila melihat sampah dan belum ada tempat sampah, jangan hanya dilihat. Namun, masukkan saku. Dan bila sudah menemukan tempat sampah, masukkan ke tempat sampah. “Setiap kontingen saya minta sediakan tempat sampah umum dan tempat sampah pribadi,” pesannya disambut tepuk tangan para peserta.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku bangga dan bungah (senang) karena Blora telah dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jamda XV. Menurutnya, pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan cinta tanah air untuk generasi muda itu sangat penting. Sehingga Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas yang memadai. Salah satunya dengan bumi perkemahan untuk Pramuka.

Wakil Bupati Arief Rohman sebagai Kakwarcab Blora menyampaikan bahwa kegiatan Jamda XV kali ini akan berlangsung hingga 31 Agustus mendatang. Ribuan anggota Pramuka Penggalang dari 35 Kabupaten/Kota se Jateng akan diajak berwisata edukasi dan pendidikan wawasan kebangsaan. “Intinya selama jamda kali ini, semua peserta harus bahagia,” ucapnya singkat. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia