Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Sambangi Tokoh Lintas Agama, Kapolres Ciptakan Keharmonisan “Formula"

24 Agustus 2019, 15: 38: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGA KONDUSIVITAS: Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman sambangi tokoh lintas umat Bergama di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo belum lama ini.

JAGA KONDUSIVITAS: Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman sambangi tokoh lintas umat Bergama di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo belum lama ini. (POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

DONOROJO, Radar Kudus – Pertemuan forum komunikasi lintas agama Jepara berlangsung di Balai Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo  Kamis (22/8) lalu. Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman mengapresiasi kerukunan antarumat bergama di Donorojo. Meski berbeda kepercayaan, kehidupan sehari-hari di sana tidak memandang latar belakang agama.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman mengatakan kondusivitas wilayah akan tercipta apabila seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri bersatu padu. Dengan hal tersebut, kepolisian selalu menjalin silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat untuk menyatukan visi dan misi menjaga kondusifitas wilayah.

”Di Jepara, terutama di Donorojo bisa menjadi contoh bagaimana masyarakat hidup berdampingan di tengah perbedaan. Dengan begitu masyarakat sudah membantu menjaga kemanan wilayah dengan minimnya bahkan tanpa adanya konflik,” ujarnya.

Pertemuan Forum Komukasi Lintas Agama (Formula) dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Hal ini dimaksudkan agar kerukunan antarumat beragama di Wilayah Jepara terjalin baik dan harmonis.

”Melalui pertemuan yang digelar ini, kita melihat betapa harmonisnya warga Donorojo tanpa memandang agama,” tuturnya.

Seperti pada tema yang diangkat kali ini, yaitu “Merajut Kebhinnekaan Menuju Indonesia Bermartabat”, ia mengajak untuk jaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, persatuan dan kesatuan dapat terjalin dengan membangun komunikasi yang baik antarumat beragama.

”Dengan kuatnya kerukunan antarumat beragama, maka semakin kuat pula tali persatuan di Negara Indonesia. Jangan mudah terprovokasi berita yang belum jelas kebenarannya, hindari penyebaran berita bohong yang dapat pecahkan tali persatuan,” jelasnya.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia