Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Awasi Kebocoran Pajak, Pemkab Pasang Tapping Box

24 Agustus 2019, 15: 19: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Awasi Kebocoran Pajak, Pemkab Pasang Tapping Box

KOTA, Radar Kudus – Rencana monitoring transaksi usaha akan dilakukan Pemkab Kudus akhir tahun ini. Pemerintah berencana memasang tapping box di mesin kasir para pelaku usaha rumah makan dan hotel di Kota Kretek. Tapping box merupakan alat monitoring transaksi usaha online yang dipasang di mesin kasir. Pemasangan ini dilakukan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus demi meminimalisir kecurangan lapor wajib pajak.

BPKAD Kabupaten telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hibah alat itu. Alat tapping box  ini merupakan perangkat monitoring transaksi yang dilakukan oleh pemilik usaha restoran dan hotel setiap harinya. Program ini merupakan anjuran dari Komisi Pemberatas Korupsi (KPK). Komisi antirasuah menduga ada kebocoran di sana.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, sebelumnya KPK hanya konsen pada belanja daerah yang mungkin terjadi dugaan kebocoran. Namun seiring berjalannya waktu, mereka (KPK, Red) menduga pendapatan lewat wajib pajak juga ada potensi kebocoran. 

”Penyetoran pajak hotel dan restoran kebanyakan membayar sesuai penghitungan mereka sendiri. Dengan tapping box pembayaran pajak yang disetorkan akan sesuai,” katanya.

Eko menyatakan, alat tersebut dialokasikan tidak menggunakan dana APBD. Dari mulai pemasangan hingga pemeliharaan ditanggung oleh pihak ketiga.

Sedangkan untuk rencana penyediaan alat itu. Pemkab Kudus akan mendapatkan hibah sebanyak 45 unit tapping box.

Eko mengatakan pendeteksi itu akan dipasang di restoran, hotel–hotel hingga rumah kos.

”Kos-kosan lebih dari 10 kamar akan terkena. Termasuk juga hotel mlati,” jelasnya.

Sebelum dilakukan pemasangan alat tersebut, BPKAD Kudus akan melakukan sosialisasi kepada mereka yang wajib lapor pajak. Selain itu pula KPK akan secara langsung menyampaikan terkait penggunaan alat tersebut.

Dengan demikian, Eko berharap di berbagai tempat usaha ini akan tertib membayar wajib pajak. Sehingga peningkatan pendapatan daerah yang berasal dari wajib pajak dapat meningkat. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia