Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Terganggu Debu, Warga Ngloram Tuntut Kompensasi Proyek Bandara 

24 Agustus 2019, 13: 11: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMPAT DIPROTES: Debu dari proyek Bandara Ngloram sempat diprotes warga. Usai dimediasi, muncul kesepakatan untuk menambah penyemprotan air.

SEMPAT DIPROTES: Debu dari proyek Bandara Ngloram sempat diprotes warga. Usai dimediasi, muncul kesepakatan untuk menambah penyemprotan air. (VAHCRI RINALDY LUTHFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

CEPU, Radar Kudus – Warga RT 5/RW 1 dan RT 5/RW 2, Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, menuntut kompensasi akibat debu proyek pembangunan Bandara Ngloram. Terutama, lalu lalang armada pengangkut meterial.

Perangkat Desa Ngloram, Fatchurrohman mengaku warga menuntut adanya kompensasi karena debu. Sebab, warga merasa terganggu. ”Sempat ada mediasi yang dihadiri dari Forkopimca Cepu, Kementerian Perhubungan, dinas terkait, serta pihak pelaksana proyek,” terangnya.

Menurutnya, telah dilaksanakan pertemuan sebanyak dua kali. Pertemuan pertama sebelum salat Jumat kemarin. Kemudian pertemuan kedua setelah salat Jumat. Kalau pada pertemuan pertama, warga minta kompensasi berupa uang. Lalu penyemprotan jalan yang semula hanya dua kali, menjadi lima kali sehari. Setelah itu, ada pertemuan kedua. ”Pertemuan internal antara pelaksana proyek dengan kepala desa. Kalau itu saya tidak tahu hasilnya seperti apa,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan Permukian dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Pratikno Nugroho tidak menampik adanya tuntunan warga tersebut. ”Sudah dimusyawarahkan kemarin. Dan ada kesepakatan dari pihak warga dan pelaksana,” ujarnya.

Sementara itu,  Kelapa Bidang Perhubungan Bambang mengaku, Dinrumkimhub sudah bertemu kades setempat. Menurutnya, kompensasi yang diberikan hanya berupa penyemprotan lahan supaya tidak berdebu. ”Beritanya begitu. Uangnya untuk penyemprotan,” katanya.

Kepala Desa Ngloram Diro Beny Susanto saat dikonfirmasi menyampaikan, persolan itu telah diselesaikan. Menurut dia, warga meminta ada penambahan tenaga kerja khusus warga seputar lokasi. Menurutnya, jika warga dengan kontraktor sudah sepakat. Meskipun tidak ada berita acara kesepakatan. Saat ditanya kesepakatanya apa saja, dia tidak menjawab. ”Sudah ada penambahan empat orang,”jelasnya.

Diketahui bersama, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewandaru, Karimunjawa-Jepara, mengucurkan anggaran Rp 25.011.336.000. Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan perpanjangan runway, rekonstruksi runway, taxiway, termasuk marking.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia