alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Pena Muda
icon featured
Pena Muda
Semarak Kemerdekaan di Panti Asuhan

Gelar Permainan Kekompakan hingga Tradisional

24 Agustus 2019, 11: 46: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

WUJUDKAN KEBERSAMAAN DAN KERJA SAMA: Keseruan dan semangat memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Panti Asuhan Darussalamah dan Nurul Jannah dengan permainan Folding Carpet (kiri) dan Engrang Bambu (kanan).

WUJUDKAN KEBERSAMAAN DAN KERJA SAMA: Keseruan dan semangat memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Panti Asuhan Darussalamah dan Nurul Jannah dengan permainan Folding Carpet (kiri) dan Engrang Bambu (kanan). (M HUSNIL ANAM/PENA MUDA)

Share this      

KEMERIAHAN memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) diperingati dengan berbagai cara. Di antaranya berbagai lomba. Kegiatan ini, juga digelar di sejumlah panti asuhan yang ada di Kudus.

Di antaranya di Yayasan Darussalamah yang menggelar lomba persahabatan setiap peserta di bagi sesuai regu piket. Agar lebih semarak, semangat, dan menambah cinta tanah air peserta juga mengenakan stiker merah putih yang ditempelkan di kedua pipi. Termasuk sebelum lomba diawali dengan meyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjut lomba makan kerupuk, folding carpet, tali silang, memasukkan pensil ke dalam botol, maze rope, dan estafet air.

Lomba folding carpet, masing-masing regu diberi tantangan membalikan karpet. Ketentuannya, seluruh peserta berada di atas karpet yang berbentuk segi panjang. Jika berhasil, maka dua pita merah putih akan diberikan. Permainan ini dibutuhkan ketepatan dalam mengatur strategi. Para peserta pun memilih untuk saling berpelukan demi strategi. Adapun yang tubuhnya kecil digendong peserta yang bertubuh besar. Rohman sebagai peserta yang besar diregunya, rela mengendong Ali Mutashol yang bertubuh kecil. ”Terlihat sederhana tapi jika kurang kompak dan tak ada yang memberi aba-aba justru akan membahayakan teman," ujar Rohman.

Memasukkan pensil dalam botol

Memasukkan pensil dalam botol (M HUSNIL ANAM/PENA MUDA)

Sedangkan lomba tali silang, bisa melatih kesabaran peserta. Setiap peserta wajib berpasangan. Satu per satu pasangan memberi semangat untuk dapat melepaskan lilitan tali yang menyilang di kedua pergelangan tangan pasangan. Bagi regu yang pesertanya berhasil mendapatkan dua pita merah putih dari panitia. Sedangkan yang tak berhasil hanya mendapatkan satu pita merah putih.

Adapun permainan estafet air, setiap regu baris ke belakang dan jongkok di area lumpur. Pita merah putih akan diberikan jika regu tersebut mengisi air paling banyak ke ember. Setiap regu hanya dimodali gelas plastik yang sudah dilubangi kecil di bawahnya. Peserta paling depan bertugas mengambil air dari bak dan disalurkan ke teman di belakangnya secara estafet. Keseruan sangat terlihat di permainan ini. Terlebih ketika panita sengaja menyemprot air ke peserta. ”Sangat seru. Terlebih ketika membalas panitia dengan menyemprotkan air,” jelas lia, salah satu peserta.

Congklak

Congklak (M HUSNIL ANAM/PENA MUDA)

Di panti asuhan lain, Panti Asuhan Nurul Jannah menggelar lomba-lomba permainan tradisional. Harapannya, anak-anak mengenal permainan zaman dahulu yang kini nyaris punah, padahal bagus untuk mengasah jiwa sosial. Di antaranya balap egrang bathok kelapa, balap egrang bambu, dakon atau congklak, dan gobak sodor.

Lomba balap egrang bathok kelapa menggunakan media utama tempurung kelapa yang diberi tali sebagai pengemudi. Peserta harus lari terlebih dahulu dari start untuk mengambil bathok. Kemudian menggunakannya sebagai alas kaki untuk berlari. Peserta kemudian lari hingga garis start dan kembali lagi ke tempat bathok semula. Total jaraknya sekitar 100 meter. Lomba ini diikuti seluruh anak panti asuhan yang jumlahnya 34 peserta. Juaranya dibedakan antara laki-laki dan perempuan.

Balap egrang bambu, prinsip lombanya sama dengan lomba egrang bathok. Bedanya menggunakan media bambu berbentuk huruf L sebagai alas kaki. Jumlah peserta lomba ini juga 34 anak. Juaranya tidak dibedakan laki-laki dan perempuan.

Estafet Air

Estafet Air (M HUSNIL ANAM/PENA MUDA)

Sedangkan congklak dimainkan dengan media yang disebut dengan dakon. Alat ini terbuat dari kayu dengan panjang 50 cm, lebar 20 cm, dan tebal 10 cm. Bisa juga berbahan plastik. Bagian atas kayu ini ada lubang berdiameter 5 cm. Jumlah lubang dakon minimal 12 buah. Permainan ini membutuhkan biji dakon. Biji dakon ini bisa menggunakan biji sawo atau kecik. Digunakan waktu batas lima menit. Peserta yang paling banyak memperoleh kecik menjadi pemenang. Lomba ini diikuti 15 peserta perempuan.

Sementara gobak sodor, dimainkan dua tim, karena keterbatasan lapangan. Setiap tim terdiri dari tiga orang. Lapangan dibagi menjadi tiga bagian. Kedua tim berjaga dan tim lawan menyerang begitupun sebaliknya. Salah satu anggota tim yang dapat lolos hingga base terakhir tercepat dialah pemenangnya. Lomba ini diikuti 34 anak yang pertandingannya dibedakan antara laki-laki dan perempuan. (ni’mah/sari/diki/mia/ofi/ma’ruf/yakub/dewi/vika/budi)

 

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia