Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pena Muda

Gemblengan Militer Perkuat Cinta Tanah Air

24 Agustus 2019, 11: 20: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

RAPI: Paskibra laki-laki berbaris di depan Pendapa Kabupaten Kudus saat pengukuhan sebagai petugas pengibar bendera upacara 17 Agustus.

RAPI: Paskibra laki-laki berbaris di depan Pendapa Kabupaten Kudus saat pengukuhan sebagai petugas pengibar bendera upacara 17 Agustus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

RAUT muka semringah terlihat dari wajah pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra) Kabupaten Kudus 17 Agustus lalu. Mereka di antaranya adalah Fajrul Falah dan Nova Kharisma Sari. Tim Pena Muda berkesempatan menemui mereka. Mereka sangat bersyukur walaupun digembleng semi militer, tapi itu membuat cinta tanah air mereka semakin kuat.

Fajrul Falah atau biasa disapa Fafa mengungkapkan jadi anggota Paskibraka membutuhkan  tenaga yang ekstra. Di Paskibraka dibutuhkan fisik dan mental yang kuat. Karena pelatihannya semi militer.

”Setiap harinya kami dituntut untuk bertambah baik dan lebih cekatan dalam segala hal,” ujar siswa kelahiran Jepara 26 Oktober 2002 itu.

KOMPAK: Paskibra perempuan melakukan sikap hormat saat pengukuhan sebagai petugas pengibar bendera upacara 17 Agustus.

KOMPAK: Paskibra perempuan melakukan sikap hormat saat pengukuhan sebagai petugas pengibar bendera upacara 17 Agustus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK NU Ma'arif Kudus mengaku banyak mendapat pengalaman dari awal proses seleksi hingga akhirnya bisa menjadi anggota Paskibraka. Selain itu, fisik juga menjadi semakin kuat serta mendapatkan banyak teman.

“Sukanya menjadi Paskibraka ya bisa menumbuhkan jiwa nasional pada negara. Kalau dukanya kami berpisah sama teman-teman dan pelatih,” ucapnya

Dia berharap dirinya bisa melanjutkan ke militer, karena kedua orangtuanya sangat mendukung. ”Jika kamu ingin menggapai apa yang kamu inginkan, kamu harus berjuang sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Anggota Paskibraka lainnya Nova Kharisma Sari atau biasa disapa Nova. Siswa kelahiran Kudus, 29 Mei 2003 ini duduk dikelas XI jurusan IPS di SMA Negri 1 Mejobo. Ia merupakan sulung dari tiga bersaudara.

Gadis itu memulai perjuangannya menjadi Paskibraka kabupaten Kudus dari bawah. Yaitu mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka di sekolah. Lalu mengikuti seleksi bakal calon Paskibraka. Setelah lolos menjadi bakal calon, selanjutnya dia mengikuti seleksi fisik dan peraturan baris-berbaris (PBB). Proses yang panjang tidak menggentarkan semangatnya. Dia pun mengikuti latihan selama satu bulan hingga akhirnya Plt Bupati Kudus H.M Hartopo mengukuhkan dirinya menjadi salah satu anggota paskibraka Kabupaten Kudus.

Dara cantik ini juga mengaku melalui proses jadi anggota Paskibraka sangat berat. Selama satu bulan karena prosesnya ibarat pendidikan kemiliteran. Setiap hari ia harus melakukan latihan fisik seperti lari, push up, back up, jalan jongkok, dan juga latihan PBB. Namun semua itu terbayarkan karena dia mendapat banyak ilmu baru, serta wawasan lebih luas. Dia juga mendapatkan fasilitas istimewa seperti seragam, sepatu, pakian dinas upacara (PDU) Lengkap, makan minum, dan tidur di hotel selama masa karantina.

“Sukanya menjadi anggota paskibraka ya kalau berhasil, pasti bikin bangga keluarga dan sekolah. Bisa menumbuhkan cinta tanah air juga sekalipun mengemban tugas yang bukan main-main dan membutuhkan kedisiplinan tinggi. Kalau dukanya, khawatir jika gagal pasti malunya minta ampun jadi harus berusaha keras jangan sampai gagal,” ungkap Nova yang bertempat tinggal di RT 08/RW 02, Desa Undaan Kidul, Undaan.

Ia juga berkeinginan jika ada kesempatan lagi insya Allah ingin lanjut ke perjuangan selanjutnya. “Kesuksesan adalah buah dari usaha-usaha kecil yang diulang hari demi hari,” tutup Nova. (uswatun/lisoh/husen)

 

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia