alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Pena Muda
icon featured
Pena Muda
Alfiana Mega Susanti

Hargai Jasa Pahlawan dengan Berkarya

24 Agustus 2019, 11: 05: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

Alfiana Mega Susanti, Mahasiswi UMK Kudus

Alfiana Mega Susanti, Mahasiswi UMK Kudus (DOK PRIBADI)

Share this      

HIDUP di zaman kemerdekaan sudah seharusnya disyukuri. Hal ini juga yang dirasakan Alfiana Mega Susanti. Syukur itu, diwujudkan dengan berkarya dan menorehkan prestasi. Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, FKIP, UMK ini, berprestasi di bidang kepenulisan, public speaking, hingga teknologi.

Sejak kecil, gadis yang tinggal di Desa Payaman, Mejobo, Kudus, ini memang menyukai hal baru dan tantangan. Hal ini yang mempeloporinya mengikuti beragam kegiatan lomba dalam tanpa mempedulikan kalah atau menang sebelumnya.

Tak heran di usia belia ia berhasil merilis dua buku yang berjudul ”Membidik Mimpi” dan ”Kisah Inspiratif.” Sedangkan prestasi dan pencapaian yang diraihnya, di antaranya tahun menjadi finalis lomba cerita inspiratif di Padang, volunteer Lisia Program (Living in Asia), P2A University Ambassadors di Vietnam, juara II Duta Kampus UMK, dan peraih silver award International Science and Invention Fair (ISIF) di Bali.

”Dalam waktu dekat, saya juga akan melanjutkan student action di Thailand selama enam bulan,” ujar gadis kelahiran 8 Februari 1999 ini.

Selain itu, pemilik hobi travelling ini, juga aktif dalam berbagai organisasi. Di antaranya menjabat sebagai HRD UKM Broadcasting, anggota 1 buddy, juga anggota Muria Production. Meskipun kegiatan perkuliahan cukup membuatnya sibuk, pemilik cita-cita pengusaha sukses ini, tetap menyediakan waktu untuk organisasi dan kegiatan lain, sehingga ia dapat me-manage waktu dengan baik.

Dukungan dari orang tua dan universitas membuat bungsu dari tiga bersaudara ini, semakin semangat menjalani semua ini. Bahkan, orang tuanya berpesan, mumpung masih muda gapailah prestasi setingginya.

Kontribusi untuk memajukan Indonesia merupakan harapannya. Mega juga memotivasi teman-temannya untuk terus berkarya. ”Mumpung masih muda, belum ada tanggungan, berinovasilah dan teruslah berkarya. Jangan takut gagal, lebih baik gagal di masa muda daripada menyesal di masa tua karena belum pernah mencoba,” ujarnya. ”Berkarya juga sebagai wujud cinta tanah air dan menghargai jasa pahlawan yang telah meraih kemerdekaan dengan susah payah,” imbuhnya. (fina/ayu)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia