Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Sukseskan Program Wajar, GNOTA Pati Beri Bantuan 410 Anak Asuh

23 Agustus 2019, 09: 28: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBERI BANTUAN: Ratusan anak asuh SD/SMP/SMA sederajat mendapatkan bantuan di Pendopo Pati.

DIBERI BANTUAN: Ratusan anak asuh SD/SMP/SMA sederajat mendapatkan bantuan di Pendopo Pati. (DOK HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Pemkab Pati memberikan bantuan kepada 410 anak asuh dari jenjang SD-SMA/sederajat yang tersebar di Kabupaten Pati. Bantuan yang diberikan siswa berbeda-beda sesuai jenjangnya. Bantuan yang digelontorkan mencapai Rp 80 juta lebih dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pati dan Baznas Pati.

Bupati Pati Haryanto usai memberikan bantuan tersebut kepada anak asuh menuturkan, bantuan itu dari gerakan nasional orang tua asuh (GNOTA). Setiap tahun, GNOTA memiliki target anak asuh yang dibantu. GNOTA ini gerakan inisiatif dari masyarakat untuk menjaga supaya anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar yang baik.

”Terlebih sejak 1996, Indonesia menetapkan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Sebab pendidikan dasar ini menjadi fondasi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menghadapi masa depan yang baik. Orang tua asuh bertujuan menggerakkan kesadaran masyarakat mencapai tujuan pendidikan,” ungkapnya kemarin.

Dalam kesempatan itu, Haryanto mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi orang tua asuh untuk membantu anak asuh mendapatkan pendidikan yang layak. Peran dari orang tua asuh ini menyediakan seragam sekolah, sepatu, buku, pena, pensil sekolah, dan kebutuhan anak lainnya untuk bersekolah supaya fokus dalam belajar.

“Anak asuh ini semakin bertambah. Kami mengajak masyarakat yang mampu membantu siswa anak asuh untuk membantu kehidupan mereka. dan mengurangi beban orang tua dari anak asuh yang mempunyai perekonomian menengah kebawah. Tugas kita semua membantu kelangsungan pendidikan dasar 9 tahun bagi mereka,” imbuhnya.

Ia berpesan kepada anak asuh yang mendapatkan bantuan untuk selalu semangat belajar dan bersekolah setinggi-tingginya. Selama ini, Haryanto memberikan motivasi kepada siswa untuk tidak putus sekolah. Bahkan siswa yang sudah tidak sekolah didorong untuk mengikuti pembelajaran di PKBM hingga menuntaskan kejar paket.

Ketua GNOTA Musus Indarnani menambahkan, pemberian bantuan kepada anak asuh rutin dilakukan GNOTA Pati. Supaya meringankan beban siswa SD/SMP/SMA dan sederajat dari keluarga kurang mampu untuk terus bersemangat sekolah. Ia meminta anak-anak kurang mampu tidak putus asa meraih pendidikan yang lebih baik.

“Pemberian bantuan kepada anak asauh 2019 ini totalnya 410 anak. Dari APBD Pati sebanyak 205 orang. Terdiri dari 125 anak asuh SD/MI mendapatkan Rp 150 ribu per anak, 60 anak asuh SMP/MTs mendapatkan Rp 250 ribu per anak, dan 20 anak asuh SMA/MA mendapatkan Rp 350 ribu per anak,” paparnya.

Sedangkan bantuan dari Baznas Pati kepada anak asuh ada 205 orang. Terdiri dari 125 anak asuh SD/MI mendapatkan Rp 150 ribu per anak, 60 anak asuh SMP/MTs  mendapatkan Rp 200 ribu per anak, dan anak asuh SMA/MA mendapatkan Rp 250 ribu per anak. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia