Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Polres Grobogan Ajak Warga Cegah Kebakaran Hutan

22 Agustus 2019, 15: 34: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

TERJUN LAPANGAN: Anggota Polres Grobogan meninjau lokasi hutan bersama warga untuk sosialisasi mencegah terjadinya kebakaran hutan.

TERJUN LAPANGAN: Anggota Polres Grobogan meninjau lokasi hutan bersama warga untuk sosialisasi mencegah terjadinya kebakaran hutan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Polres Grobogan menggiatkan penyuluhan ke masyarakat untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. Penyuluhan dengan pola tatap muka dengan warga maupun kelompok masyarakat dilakukan mengajak warga masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain pola tatap muka, upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan juga dilakukan dengan pola pemasangan berbagai jenis alat peraga sosialisasi.

”Spanduk, kami pasang di sejumlah lokasi strategis agar mudah dibaca dan dipahami masyarakat,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq.

Sosialisasi juga dilakukan di seluruh Polsek yang ada wilayah hutan dikerahkan untuk membantu sosialisasi sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. Menurutnya para personel secara berkala memasang media sosialisasi berupa imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Grobogan.

”Beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul warga kami pasang alat sosialisasi, antara lain pasar, toko, kios dan warung kopi,” ujarnya.

Dia menilai pemasangan Spanduk dinilai efektif dan efisien karena tempat tersebut sering didatangi warga dengan harapan masyarakat yang datang ke tempat tersebut bisa membaca dan mengetahui imbauan tersebut.

Selain alat peraga dan pola tatap muka, personel Polsek jajaran juga melakukan patroli rutin hingga pelosok desa sekaligus memberikan pemahaman bahaya dan sanksi hukum yang akan menjerat pelaku pembakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan akan mengganggu kesehatan masyarakat, mencemari lingkungan dan menjadi awal terjadi kabut asap.

”Pelaku pembakaran hutan atau lahan diancam pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan maksimal 10 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” tandasnya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia