Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Politik

PDI Perjuangan dan PKB Jadi Ketua dan Wakil DPRD Kudus Sementara

22 Agustus 2019, 14: 44: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

SELAMAT: Ketua DPRD Kudus periode sebelumnya Acmad Yusuf Roni menyerahkan palu dan buku kepada Masan sebagai ketua DPRD Kudus sementara. Ilwani dari PKB didaulat jadi wakil ketua dewan.

SELAMAT: Ketua DPRD Kudus periode sebelumnya Acmad Yusuf Roni menyerahkan palu dan buku kepada Masan sebagai ketua DPRD Kudus sementara. Ilwani dari PKB didaulat jadi wakil ketua dewan. (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ilwani ditunjuk sebagai wakil ketua sementara Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kudus dalam pelantikan 45 anggota DPRD Kudus di gedung DPRD Kudus kemarin. Dia akan mendampingi Ketua DPRD Kudus sementara Masan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Dipilihnya Ilwani dari PKB sebagai wakil ketua sementara dengan alasan, PKB meraih kursi terbanyak kedua setelah PDI Perjuangan. PKB memperoleh tujuh kursi. Sementara PDI Perjuangan mendapat delapan kursi.

Masan dan Ilwani akan memimpin sementara rapat-rapat DPRD Kudus. Mulai dari memfasilitasi pembentukan fraksi serta memeroses penetapan pimpinan DPRD difinitif. “Pimpinan sementara dipilih melalui banyaknya partai yang meraih kursi terbanyak pertama (PDI P, Red) dan peraih kursi terbanyak kedua (PKB, Red),” jelas Masan.

Walaupun masih pimpinan sementara tapi dua sosok tersebut diprediksi akan tetap menjadi pimpinan DPRD Kudus difinitif. Itu berdasarkan tiga nama yang disodorkan DPC PDI Perjuangan ke DPP yaitu Masan, Yusuf Roni, dan Aris Suliyono. Sementara dari DPC PKB Kudus yang disodorkan ke DPP tiga nama termasuk Ilwani. Dua lainnya Mukhosiron dan Ali Ihsan.

Sebanyak 45 anggota DPRD Kabupaten Kudus masa keanggotaan 2019- 2024 diambil sumpah janji kemarin. Rapat itu dibuka oleh Ketua DPRD Kudus periode 2014- 2019 Achad Yusuf Roni.

Nama ke 45 anggota DPRD Kabupaten Kudus dipanggil satu persatu. Salah satunya dari PDI P ada delapan orang nama, lalu dari PKB dan Golkar ada tujuh orang nama. Dilanjutkan Gerindra dengan enam calon. Partai Nasdem dan PKS mendapat jatah empat wakil. PAN ada tiga orang. Sedangan Hanura, PPP, dan Demokrat masing- masing mendapatkan dua kursi. Mereka berbaris dua banjar rapi. Kepala Pengandilan Negeri Kudus Fakhrudin Abbas bertugas melantik mereka. Mereka disumpah dengan dampingi rokhaniawan. Sumpah janji para anggota dewan diucapkan serempak. Para anggota dewan bersedia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Daripada mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan.

Penyerahan palu pimpinan dan buku memori DPRD masa keanggotaan 2014 – 2019 kepada pimpinan sementara menjadi perhatian. Acmad Yusuf Roni menyerahkan palu dan buku itu kepada Masan. Raut muka Masan begitu berseri saat menerima palu dari rekan satu partainya itu.

Masan meminta dukungan dan doa restu kepada semua pihak, agar bisa mengemban tugas- tugas sebagai pimpinan sementara dengan baik.  Setelah diambil sumpah janji, sebagai wakil rakyat menjadi sebuah komitmen bisa merealisasikan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.

Sementara itu Plt Bupati Kudus Hartopo yang turut hadir dalam pelantikan DPRD Kudus meminta kepada anggota DPRD yang terpilih, bisa berkomitmen dengan janji–janji yang saat kampanye lalu. Dia juga berharap antara eksekutif dan legislatif bisa bersinergi bersama. Berjalan bareng dan jangan sampai ada yang berseberangan.

“Kalo ada permasalahan ngopi bareng di pendapa. Maupun di DPR sebagai rumah rakyat. Jadi kapanpun kami siap. Jangan sampai warga menderita mendengar hal-hal yang kurang positif,” jelasnya.

Pihaknya berkeinginan mensejahterakan rakyat Kudus. Dari situ Hartopo berharap, Kota Kretek bisa menjadi kota yang religius, modern, dan sejahtera.

Sementara sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Plt Bupati Kudus Hartopo, meminta eksekutif dan legislatif untuk saling menjaga sinergitas. Pasalnya kedua elemen ini sangatlah penting dalam perencanaan anggaran. Maupun dalam penyusunan strategis daerah. Juga pembentukan perda sebagai landasan pembangunan daerah. (gal)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia