Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Disperindag: Nilai Ekspor Kabupaten Jepara Naik 24 Persen

22 Agustus 2019, 14: 28: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

Disperindag: Nilai Ekspor Kabupaten Jepara Naik 24 Persen

KOTA, Radar Kudus - Nilai ekspor Kabupaten Jepara terus mengalami peningkatan. Terlebih dalam dua tahun terakhir, peningkatannya lebih dari 50 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara melalui Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri,  Edi Widodo. Edi mengatakan, kenaikan nilai ekspor yang terjadi dalam dua tahun terakhir mencapai 50 persen.

Berdasarkan data di Disperindag Kabupaten Jepara, pada tahun 2016 nilai ekspor Jepara tercatat hanya sekitar US$224,6 juta. Sementara pada 2017 nilai ekspor Jepara naik 24,17 persen menjadi US$278,89 juta.

Kenaikan kembali terjadi pada 2018. Kenaikan mencapai 24,57 persen sehingga total menjadi US$347,41 juta. Saat ini memasuki semester awal, nilai ekspor yang yang tercatat sudah mencapai US$187,83 juta. ”Jadi sejak 2016 kenaikannya sudah lebih dari 50 persen,” tuturnya.

Edi melanjutkan, produk yang paling tinggi nilai ekspornya yakni furnitur kayu. Angkanya mencapai US$98,74 juta USD dengan tujuan ke 97 negara. Di posisi kedua, ada produk garmen dan sepatu dengan nilai ekspor mencapai US$78,74 juta dengan tujuan ke 41 negara tujuan.

Produk lainnya yang juga tercatat memiliki nilai ekspor tinggi yakni kayu olahan senilai US$5,48 juta yang dieskpor ke 17 negara tujuan, kerajinan kayu mencapai nilai ekspor sampai US$2,61 juta ke 20 negara serta produk logam dan kerajinan keramik dengan nilai  mencapai US$5.566 dan US$3.905. Produk-produk tersebut diekspor ke lima negara.

Dia menyatakan, pada 2019 ini total ada sekitar 17 komoditas yang diekspor dari Jepara. Jumlah ini naik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat hanya 14 jenis komoditas. ”Secara keseluruhan sudah ada 100 negara yang menjadi tujuan ekspor yang dilakukan dari Jepara,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan ini yakni masuknya PMA di Jepara. Keberadaan pabrik-pabrik besar PMA, menjadi faktor terjadinya perubahan nilai ekspor hingga semakin bertambahnya lapangan kerja di kota ukir.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia