Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Kolaborasi Dengan Dinas Arpus, Kota Garam Menuju Kabupaten Literasi

22 Agustus 2019, 08: 30: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

GALAKKAN LITERASI: Workshop literasi yang diselenggarakan Dinas Arpus Rembang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Kudus beberapa waktu lalu.

GALAKKAN LITERASI: Workshop literasi yang diselenggarakan Dinas Arpus Rembang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Kudus beberapa waktu lalu. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Implementasi Pendidikan Karakter sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo mengharuskan sekolah untuk lebih aktif dalam penguatan pendidikan karakter. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Rembang pun berkewajiban menjadi leading sector untuk mengimplementasikan Gerakan Literasi Nasional di Kabupaten Rembang.

Gerakan Literasi di Rembang dimulai tanggal 27 Maret 2016 dengan penandatangan prasasti oleh Wakil Bupati Rembang. Selama tiga tahun, program kegiatan literasi yang dilaksanakan dalam menunjang penguatan pendidikan karakter melibatkan siswa, guru, orang tua dan lingkungan sekolah.

Penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan menggunakan beberapa prinsip. Pertama, berorientasi pada berkembangnya potensi siswa secara menyeluruh dan terpadu, keduaketeladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan, dan terakhir berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

SALING DUKUNG: Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto saat bertemu tim literasi nasional dalam rangka program satu guru satu buku.

SALING DUKUNG: Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto saat bertemu tim literasi nasional dalam rangka program satu guru satu buku. (DOK. RADAR KUDUS)

Dinas Kearsipan dan Perpustakan (Arpus) Rembang dalam menunjang program literasi mengagendakan berbagai program kegiatan. Tahun 2019, Arpus berkolaborasi dengan IGI Rembang.

Kegiatannya, berbentuk rangkaian kegiatan bertajuk Jelajah Literasi dengan mengunjungi 14 kecamatan di Kabupaten Rembang. Kegiatan Jelajah Literasi dalam rangkaian Pekan Literasi dan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-278 diisi berbagai macam acara. Ada talkshow, games, live music, bazar buku dan pelatihan menulis artikel yang dipandu oleh tim Jawa Pos Radar Kudus.

Jelajah Literasi dimulai di Kecamatan Pamotan, SMAN 1 Pamotan dan dibuka langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Jelajah Literasi akan berakhir di MA Al Anwar Sarang, tanggal 4 September 2019. Kegiatan ini diikuti perwakilan desa, sekolah dan pemerhati literasi di masing-masing kecamatan.

Selain itu, Dinas Arpus Kabupaten Rembang juga menyelenggarakan kegiatan Menulis Buku oleh siswa dan guru. Kegiatan itu menjadi satu kesatuan dengan kegiatan Pekan Literasi. Target dari pelatihan menulis buku adalah terbitnya buku karya alumni menulis.

Bersamaan Seminar Nasional Literasi di Fave Hotel pada hari ini, Rabu (21/8), sejumlah buku karya alumni menulis pun diluncurkan. Puncak dari Pekan Literasi yakni Kegiatan Menulis Artikel Populer. Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta diwajibkan menulis satu artikel yang harus tayang di Jawa Pos Radar Kudus. Kegiatan menulis artikel dipandu langsung oleh Pimred dan Direktur Radar Kudus.

Tindaklanjut dari pencanangan Rembang sebagai Kabupaten Literasi memang masih belum berjalan secara maksimal. Sebab, gerakan literasi sebaiknya tidak semata-mata hanya di sekolah atau instansi pendidikan saja. Tapi, masyarakat secara umum juga harus melek literasi.

Meski begitu, sebenarnya presentasi perwakilan Kabupaten Rembang di bidang literasi tidak kalah dengan kabupaten lain. Untuk itu, perlu dukungan dari banyak pihak agar penggalakan literasi semakin sukses.

Dari banyak hal untuk mendukung gerakan literasi tersebut, paling penting yakni adanya tindakan nyata. Atau bukan sekedar wacana semata. Melihat hal  tersebut diatas, upaya mewujudkan sekolah multiliterat yang baik tidak bisa dilakukan dengan serta merta. Minimal harus mengenal modal dasar mewujudkannya. Di antaranya guru, kepempimpinan kepala sekolah, program sekolah, sarana dan prasarana, serta sosial budaya masyarakat.

Untuk mewujudkan Rembang sebagai Kabupaten Literasi, upaya masif bersama penggiat literasi sangat diperlukan. Dengan model kolaborasi dengan penggiat literasi, akan lebih mempermudah menggalakkan Gerakan Literasi di Kabupaten Rembang.

Dinas Arpus Rembang ada kalanya menjalankan program kegiatan, ada saatnya sebagai pendukung program-program literasi yang dilaksanakan oleh penggiat literasi di Kabupaten Rembang. Salah satu contohnya, yakni Workshop Literasi yang diselenggarakan oleh IGI Rembang dengan Jawa Pos Radar Kudus pada 25 November 2018. Dinas Arpus ketika itu, berperan sebagai pendukung kegiatan.

Tahap awal menuju Rembang Kabupaten Literasi, yakni menggelar workshop, pelatihan, sosialisasi literasi secara masif. Langkah selanjutnya membuat aplikasi Perpustakaan digital  “iRembang” berbasis android.

Aplikasi “iRembang” nantinya menjadi perpustakaan digital yang berisi ribuan e-book (buku elektronik). Masyarakat Rembang pun bebas untuk mengunduhnya. Harapan kedepan, Arpus akan terus konsisten mengawal Gerakan Literasi Nasional di Kabupaten Rembang dengan menggandeng penggiat literasi di Rembang. Selamat Hari Jadi ke-278 Kabupaten Rembang dan Selamat Hari Kemerdekaan ke-74 RI. (adv)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia