Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Blora

DPRD Blora Siapkan Perda Penanggulangan HIV/AIDS

21 Agustus 2019, 14: 42: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

BAHAS RAPERDA: Pansus III DPRD Kabupaten Blora saat menggelar pembahasan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS di Hotel Savana Malang, Jawa Timur kemarin.

BAHAS RAPERDA: Pansus III DPRD Kabupaten Blora saat menggelar pembahasan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS di Hotel Savana Malang, Jawa Timur kemarin. (DPRD BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Pembahasan lima Ranperda 2019 di Hotel Savana Malang, Jawa Timur oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora berjalan lancar. Salah satunya adalah pembahasan Ranperda Penanggulangan HIV/AIDS. Harapannya ke depan HIV/AIDS bisa tertangani dengan baik dan lebih maksimal.

Ketua Pansus III Santoso Budi Susetyo mengungkapkan, Ranperda HIV/AIDS telah selesai dibahas. Tinggal proses selanjutnya. Kemungkinan nanti akan disahkan oleh anggota DPRD baru. ”Dengan adanya Ranperda yang nantinya jadi Perda, ini akan memberikan perlindungan kepada lingkungan atau masyarakat dari HIV/AIDS,” jelasnya.

Budi menambahkan, Blora saat ini masih di titik hijau soal penderita HIV/AIDS. Yaitu kisaran 10-25 kasus. Kalau di atas 25 kasus baru masuk kategori merah. ”Penyebaran penyakit HIV/AIDS itu seperti gunung es. Untuk itu para penderita harus berani berterus terang sehingga bisa dilakukan penegahan,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya pencegahan dapat memutus mata rantai penularan HIV/AIDS di masyarakat. Terutama kelompok berisiko tinggi tertular dan menularkan HIV/AIDS tersebut. Mulai dari pengguna narkoba jarus suntik, penjaja seks, dan pelanggannya atau pasangannya. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, warga binaan lembaga permasyarakatan atau rumah tahanan, ibu yang telah terinfeksi HIV/AIDS ke bayi yang dikandungnya, penerima darah, penerima organ atau jaringan tubuh donor.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik berharap, dengan regulasi itu bertujuan untuk mencegah dan mengurangi angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Blora. ”Semoga penularan bisa dikurangi, yang sakit bisa mendapatkan obat terapi sampai ketersediaan obat terpenuhi. Khususnya bagi ODHA bagi bayi lahir dan ibu hamil,” ucapnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia