Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Hasil Uji Lab Penyebab Keracunan 65 Santri Ponpes Keluar Pekan Depan

20 Agustus 2019, 11: 48: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

Hasil Uji Lab Penyebab Keracunan 65 Santri Ponpes Keluar Pekan Depan

JEPARA, Radar Kudus – Kepastian penyebab 65 santri  keracunan di Pondok Pesantren Darussa'adah RT 13/RW 4, Desa Bugel, Kedung, Jepara, masih belum diketahui. Hasil uji laboratorium sampel makanan di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Provinsi Jawa Tengah belum keluar kemarin. Diperkirakan pekan depan hasil uji labaoratorium baru turun.

Puluhan santri alami keracunan Sabtu (17/8) siang. Sedikitnya ada sekitar 65 santri mengalami keracunan usai menyantap makan siang. Menu makan siang yang disantap di antaranya nasi, sayur bening, dan ikan tongkol goreng. 

Setelah beberapa saat santri menyantap makanan, mulai ada yang mengeluh pusing, mual, dan muntah. Tidak hanya satu santri. Puluhan santri merasakan hal yang sama secara hampir bersamaan. Setelah kejadian tersebut, santri yang merasakan gejala itu dirawat di puskesmas. Kemudian dirujuk ke RSUD RA Kartini. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun mengatakan, dari pengalaman kejadian keracunan sebelumnya, hasil uji laboratorium rampung dalam sepekan. Kemudian dikirimkan ke DKK Jepara untuk ditindaklanjuti. Beberapa sampel yang diuji di antaranya bekas muntahan santri dan ikan tongkol yang digunakan sebagai lauk. 

Dugan sementara, dari jenis ikan tongkol yang dikonsumsi. Pasalnya ada jenis ikan tongkol yang dapat menimbulkan gejala keracunan. “Kami masih menunggu hasil laboratorium. Unsur apa yang menimbulkan gejala keracunan  belum diketahui,” tuturnya.

Saat ini pihaknya, memberikan pembinaan bersama puskesmas setempat kepada pengasuh pesantren. Pembinaan ini berkaitan dengan pemilihan menu, pengolahan, dan penyajiannya. Karena bukan usaha catering, lembaga pesantren ini didampingi dalam hal kebersihan makanan. “Kalau kasus-kasus sebelumnya kan dari catering. Maka izinnya kami cabut. Kalau lembaga pendidikan akan kami pantau dan bina dalam hal konsumsi makanan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Bina Program dan Hukum RSUD RA Kartini, Hadi Sarwoko menjelaskan, pada saat kejadian ada 24 santri yang dirawat.  Mereka dirawat di dua ruang yakni  Melati I sejumlah delapan pasien dan Melati 2 sejumlah 16 pasien. Kemudian ada penambahan pasien lagi. 

Terkait biaya perawatan, keluarga dan pihak ponpes telah dipertemukan.  

Sesuai kesepakatan pihak keluarga pasien dan ponpes bahwa pasien yang punya jaminan kesehatan ditanggung jamkes. Sedangkan yang tidak memiliki jamkes, ditanggung pemkab.  Lalu yang berkenan tetap di kelas 3 umum, ditanggung pihak ponpes. 

Jumlah pasien yang dirawat, 40 orang.  17 di antaranya masih dirawat. Sedangkan sisanya,  23 pasien sudah dizinkan pulang. “Secara umum kondisi pasien mulai membaik. Tinggal pemulihan,” ujarnya. 

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia