Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Syuting Tukang Ojek Pangkalan, Plt Bupati Jepara Kebagian Peran Utama

19 Agustus 2019, 15: 38: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

SYUTING: Proses syuting pernikahan Mas Pur dan Rinjani di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara.

SYUTING: Proses syuting pernikahan Mas Pur dan Rinjani di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara. (FERY FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Jepara, Radar Kudus – Kabupaten Jepara kembali kedatangan artis ibu kota. Sejak 13 Agustus lalu, rombongan pemain serial ”Tukang Ojek Pangkalan” syuting di beberapa tempat di Kota Ukir. Bahkan, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mendapat peran sebagai Pak Dhe dari salah satu pemeran utama, Rinjani. Ia menjadi saksi pernikahan antara Mas Pur dan Rinjani.

Namun peran sebagai pak dhe-nya Rinjani ini, tidak mengatasnamakan sebagai Plt bupati Jepara. Peran Andi murni sebagai orang Jepara yang menjadi saudara Rinjani. Rinjani dipersunting Mas Pur yang diperankan Furry Setya. Dalam cerita serial komedi ini, Rinjani berasal dari Jepara.

Adegan akad nikah berlangsung di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara. Mas Pur dan Rinjani duduk di depan pengulu. Di sebelah kiri Rinjani, Andi memakai jas hitam lengkap dengan kemeja berdasi. Ia menjadi saksi pernikahan antara Mas Pur dan Rinjani.

Selama proses pengambilan gambar, menarik perhatian warga yang ingin menyaksikan. Namun oleh tim Top, warga dicegah mendekat selama proses pengambilan gambar. Hanya diperbolehkan menonton dari halaman masjid.

Usai melangsungkan akad nikah, rencananya akan ada pengambilan gambar resepsi pernikahan di Kelurahan Kauman, Jepara. Sedangkan Sabtu (17/8) kemarin, ada pengambilan gambar di Pantai Benteng Portugis dan Pantai Kartini.

Koordinator crew Sulistio Dwi Nugroho menngatakan, proses syuting akan berakhir pada 20 Agustus mendatang. Pengambilan adegan selama di Jepara akan tayang sebanyak sembilan episode. Adapun sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi syuting, di antaranya Masjid Agung Baitul Makmur, Alun-alun Jepara, Museum Kartini, Pantai Bandengan, Benteng Portugis di Donorojo, dan sentra patung Mulyoharjo. ”Beberapa tempat lain juga kami akan ambil gambarnya,” kata pria yang akrab disapa Tio ini.

Sementara itu, Andi mengatakan, adanya syuting di Jepara ini, diharapkan akan lebih mengenalkan dan dapat menjadi ajang promosi Kabupaten Jepara kepada masyarakat luas. Sebab, tayangan ini memiliki banyak penonton dan memiliki peringkat tinggi.

”Selain terkenal akan Kota Ukir, Jepara banyak memiliki potensi yang bisa dikenalkan oleh masyarakat luas, seperti keanekaragaman hayatinya. Baik destinasi wisata yang berada di darat, gunung maupun lautnya serta potensi budaya, dan kearifan lokalnya,” terang Andi.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia