Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Mahasiswa KKN Undip Wujudkan Revolusi Mental dengan Bersih Desa

19 Agustus 2019, 10: 24: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

BAGIKAN TEMPAT SAMPAH: Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang membagikan tempat sampah ke setiap dusun.

BAGIKAN TEMPAT SAMPAH: Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang membagikan tempat sampah ke setiap dusun. (KKN UNDIP FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG, Radar Kudus – Mahasiswa KKN tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang ditugaskan di Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang melaksanakan program multidisiplin. Salah satunya dengan bersih desa. Program tersebut merupakan rangkaian dari program Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Bersih desa menjadi salah satu tujuan gerakan Indonesia bersih. Tujuan Gerakan Nasional Revolusi Mental lainnya seperti, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri, gerakan Indonesia bersatu, dan gerakan Indonesia melayani.

Revolusi Mental merupakan suatu bentuk kerja sama antara Universitas Diponegoro (Undip)dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Rangkaian kegiatan bersih desa ini diawali dengan membantu masyarakat membersihkan mata air yang digunakan warga Dusun Krajan dan sekitarnya. Pembersihan mata air ini bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran menjaga mata air dan alirannya dari sampah. Wujudnya dengan tidak membuang sampah di sungai karena akan berdampak negatif bagi lingkungan.

Kegiatan bersih desa dilanjutkan dengan memberikan tempat sampah organik dan anorganik  untuk 12 dusun di balai desa maupun Desa Kebondalem. Pembagian tempat sampah organik dan anorganik ini dimaksud untuk mengedukasikan masyarakat akan pentingnya memilah sampah.

Fibriana Puput Cahyani, salah satu mahasiswa Teknik Lingkungan Undip mengatakan, permasalahan sampah menjadi masalah utama. ”Sampah yang masih dibakar ataupun dibuang ke sungai ini, membuat kami ingin melakukan aksi nyata dengan membersihkan mata air dan membagikan tempat sampah organik dan anorganik,” katanya.

Hanny Prasajaningtyas, mahasiswa Teknip Sipil Undip menambahkan, peran mahasiswa dalam bersih desa sangat membantu. Ia pun beharap tempat sampah organik dan anorganik ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menempatkan sampah sesuai jenisnya. 

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia