Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Sukanto-Sri Murdiati, Pasutri DPRD Terpilih

Di Luar Pelayan Masyarakat, di Rumah Pelayan Suami

16 Agustus 2019, 11: 02: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

LENGKET: Sukanto dan Sri Murdiati usai dilantik sebagai anggota DPRD Grobogan periode 2019-2024.

LENGKET: Sukanto dan Sri Murdiati usai dilantik sebagai anggota DPRD Grobogan periode 2019-2024. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

Dari 50 anggota DPRD Grobogan terpilih periode 2019-2024, dua diantaranya pasangan suami istri (pasutri). Yani Sukanto dan Sri Murdiati. Meski pasutri, keduanya berkomitmen memisahkan antara urusan pekerjaan dan keluarga. Saat di rumah, Sri Murdiati jadi pelayan Sukanto. Sedangkan saat di luar, keduanya jadi pelayan masyarakat.

SIROJUL MUNIR,Grobogan, Radar Kudus

NAMA Sri Murdiati dipanggil panitia pelantikan anggota DPRD Grobogan periode 2019-2024. Kemudian disusul nama Sukanto panggilan kedua. Dilanjutkan panggilan untuk anggota dewan dari PKB lainya yang mendapatkan tujuh kursi.

Pemanggilan berurutan tersebut, karena keduanya adalah anggota dewan dari partai PKB. Yaitu dapil 1 dan 2. Sri Murdiati mendapatkan 8.700 suara di dapilnya. Sedangkan Sukanto mendapatkan 7.530 suara.

Saat pelantikan, Sri Murdiati terpilih mewakili sumpah/janji dari anggota dewan muslim. Dia mengenakan kerudung dan kemeja hijau. Dipadukan dengan jarik cokelat. Sedangkan suaminya Sukanto memakai setelan jas dan baju warna putih.

”Kami jadi anggota dewan ini karena Barakallah. Ini kebahagiaan bagi kami sekeluarga dan amanah rakyat,” kata Sukanto didampingi istri.

Kemenangan menjadi anggota DPRD Grobogan ini karena sudah menjadi amanat rakyat. Selain itu, juga mewakili mendorong kaum perempuan untuk maju dalam kontentasi politik. ”Untuk pembagian tugas partai, kami ditaruh komisi apa mengikuti. Karena ini organisasi,” ujarnya.

Menurutnya menjadi dewan merupakan ranah politik dan kerja. Sedangkan urusan rumah tangga dilakukan dengan konsep bahagia. Sehingga ada pemisah antara kerja dan keluarga. ”Kita sudah masuk dalam ranah kerja politik. Untuk rumah tangga kami mengaturnya sendiri secara kekeluargaan,” terang dia.

Sementara itu, Sri Murdiati mengaku bahwa pekerjaan anggota dewan dan di keluarga harus dipisahkan. Sebab, menjadi dewan adalah pekerjaan dari partai dan amanah dari rakyat. ”Kalau di luar jadi anggota dewan dan di rumah tetap jadi istri layani suami,” aku dia sambil tersipu.

Sri mengaku menjadi anggota dewan karena bercita-cita ingin memperjuangan kaum perempuan. Apalagi dirinya berasal dari pengurus Cabang Muslimat NU Grobogan dan menjabat sebagai koordinator advokasi.

”Kami sama-sama berjuang untuk kepentingan rakyat. Dan ingin memperjuangkan kaum perempuan di Kabupaten Grobogan,” aku dia.  (*)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia