Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Agus Siswanto Jadi Ketua DPRD Grobogan Sementara

14 Agustus 2019, 10: 07: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Agus Siswanto

Agus Siswanto (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Kursi ketua DPRD Grobogan sementara dan ketua DPRD Grobogan definitif dipegang PDI Perjuangan (PDIP). Jabatan ketua sementara DPRD Grobogan dipegang Agus Siswanto yang sebelumnya menjabat ketua DPRD Grobogan periode 2016-2019. Sementara wakil sementara diisi Mukhlisin dari PKB yang juga menjabat sebagai sekretaris DPC PKB Grobogan.

Agus Siswanto mengatakan, penunjukan dirinya sebagai ketua sementara sesuai dengan kesepakatan dan instruksi PDIP. Dipegangnya ketua sementara dari PDIP Grobogan, karena dalam pemilu 17 April lalu, berhasil mendapatkan 19 kursi dewan atau perolehan kursi terbanyak.

”Sesuai dengan usulan dan rekomendasi partai, saya ditunjuk sebagai ketua pimpinan sementara,” kata Agus Siswanto yang juga menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Grobogan.

Ditanya masalah pengisian ketua definitif, pihaknya belum bisa menjawab. Sebab, semua kewenangan ada di DPP PDIP. Meski demikian, DPC PDIP Grobogan telah mengusulkan tiga nama untuk maju menjadi menjadi ketua DPRD Grobogan. ”Untuk siapa nama yang dipilih masih menunggu waktunya,” ujarnya.

Tiga nama yang diusulkan ini, mempunyai jabatan strategis di partai. Agus Siswanto menjabat sebagai sekretaris DPC sekaligus ketua DPRD Grobogan 2014-2019. Selain itu, ada juga pejabat strategis partai, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai dan Ketua Fraksi PDIP Grobogan Eko Budi Santoso serta Bendahara DPC PDIP Grobogan Lusia Indah Artani.

”Untuk nama siapa ketua DPRD Grobogan sudah kami usulkan ke DPP. Hak proregatif ada di DPP PDIP. Kami dari DPC PDIP hanya mengusulkan nama calon pimpinan DPRD sesuai dengan mekanisme partai,” terang Agus.

Agus menambahkan, usai penetapan caleg terpilih sebagai anggota dewan, akan dilanjutkan dengan penetapan alat kelengkapan dewan. Yaitu menunjuk ketua DPRD, tiga wakil pimpinan, ketua fraksi, ketua komisi, ketua Banggar, ketua Badan Kehormatan, dan alat kelengkapan dewan lain.

”Untuk waktu penentuan ketua dewan bisa dilakukan segera setelah ada keputusan dari DPP PDIP. Ini terkait dengan pembahasan anggaran APBD 2020. Agar sesegera mungkin, setelah pelantikan dapat dibahas,” ujarnya.

Sementara itu, dari 50 anggota DPRD Grobogan ada 20 wajah baru. Mereka yang berusia 20 sampai 30 tahun ini, juga berhasil memecahkan rekor dengan perolehan suara terbanyak. Dari enam caleg muda, lima orang dari PDIP dan satu caleg dari Partai Berkarya. Caleg muda mendapatkan suara caleg terbanyak dipegang oleh Rimbawanto dari PDIP dapil 3 (Kecamatan Gabus, Kradenan, dan Pulokulon) dengan 18.570 suara.

Disusul Rio Ardian dari PDIP dapil 2 (Kecamatan Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, dan Ngaringan) dengan 16.297 suara. Kemudian, Dewi Megawati dapat 14.754 dan Rizky Bintang Fauzi dapat 7.882, keduanya dari PDIP dapil 3. Selanjutnya, Dimas Rizki W dari PDIP dengan 6.639 suara di dapil 5 (Kecamatan Brati, Klambu, Godong, Karangrayung, dan Penawangan). Serta Beni Susanto dari Partai Berkarya dengan 6.324 suara di dapil 2.

Sementara di Jepara, prosesi pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Jepara masa keanggotaan 2019-2024 berjalan lancar kemarin. Pada agenda itu, ditunjuk pula pimpinan dewan sementara yang jatuh pada M Ibnu Hajar.

Menanggapi dipilihnya dia sebagai ketua sementara, M Ibnu Hajar mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan yakni menentukan alat kelengkapan dewan. Sesuai tata tertib, ketua sementara ditugaskan untuk menentukan alat kelengkapan dewan.

Dia menuturkan, masa jabatan sebagai ketua sementara dinilainya tak akan lama. Dia menyebut sekitar 10 hingga 15 hari. Untuk pembentukan alat kelengkapan dewan, rencananya akan dimulai pada 23 Agustus mendatang. Kisaran waktunya mulai 23 hingga 27 Agustus. ”Setelah itu kemungkinan besar sudah ada ketua definitif. Saya berharap semoga PPP segera menunjuk ketua definitif," ungkapnya.

Mengenai posisi ketua dewan sementara saat ini, Hajar mengaku sempat kaget mengapa dirinya yang ditunjuk. Namun sebagai kader partai, dia mengaku siap ditempatkan di mana saja. ”Apa yang diperintahkan partai siap. Sampai saat ini kami juga belum tahu akan menempati posisi apa," ujarnya.

Mengenai kondisi PPP saat ini, Hajar menyatakan, PPP berhasil merebut kembali kursi pimpinan dewan yang pada Pileg 2014 lalu sempat terlepas. ”Pada Pileg 2014 kami dapat sembilan kursi, kali ini bersyukur bisa dapat 10 kursi," jelasnya.

Dengan amanah itu, dia akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyerap aspirasi masyarakat. ”Kami akan koordinasi dengan tim yang ada di lapangan, menyerap aspirasi masyarakat, dan memprogramkan sebaik mungkin. Kami juga akan berkoordinasi dengan anggota dewan yang lebih berpengalaman. Semoga yang muda bisa menjalankan amanah rakyat dan memberi manfaat," imbuhnya.

Pada pelantikan kemarin, Hajar tampak hadir didampingi istrinya. Hadir pula ibunya, Chuzaemah Marzuqi. Selain dua orang itu, tampak pula kakaknya, Maftuhatin yang mendampingi suaminya Haizul Ma'arif yang pada periode ini menempati kursi dewan. Keluarga perempuan ini, terlihat kompak mengenakan busana hijau. Di luar gedung pelantikan, hadir pula belasan keluarga lain yang juga kompak mengenakan busana senada. Mereka terlihat foto bersama sebelum akhirnya meninggalkan Tamansari atau gedung DPRD. 

(ks/mun/emy/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia