Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Features
Nilam Azkiya Paramadhani, Atlet Tenis Meja

Sabet Banyak Prestasi meski Berawal dari Keterpaksaan

14 Agustus 2019, 09: 56: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

Nilam Azkiya Paramadhani Miftahunnajah

Nilam Azkiya Paramadhani Miftahunnajah (DOK. PRIBADI)

Share this      

Berawal dari keterpaksaan karena ditunjuk gurunya, Nilam Azkiya Paramadhani Miftahunnajah justru kini mengoleksi prestasi di olahraga tenis meja. Prestasinya itu, diraih berkat keseriusannya berlatih. Saat ini meski dia akan kuliah di bidang pengolahan kayu, namun tetap menekuni olahraga itu.

FAQIH MANSYUR, Jepara, Radar Kudus

PENGALAMAN saat usianya 10 tahun mungkin tak pernah terbayangkan saat ini oleh Nilam Azkiya Paramadhani Miftahunnajah. Gadis berparas ayu ini, sempat tak percaya saat guru-gurunya di SD menyuruhnya ikut lomba tenis meja mewakili sekolah pada even Pekan Olah Raga Daerah (Popda) tingkat kecamatan. Padahal, waktu itu dia hanya bisa memegang bet berkat sering melihat ayahnya bermain tenis meja bersama koleganya.

”Tiba-tiba diminta sekolahan ikut lomba tenis meja. Padahal waktu itu hanya bisa pegang bet. Itupun masih salah-salah. Belum bisa main. Hanya sering lihat bapak main tenis meja saja,” kata gadis yang akrab disapa Nilam itu.

Meski demikian, kesempatan mewakili SD-nya itu tidak disia-siakan. Nilam digembleng dengan mengikuti latihan atlet-atlet senior. Tiap jam istirahat di sekolah, selalu dia manfaatkan untuk berlatih passing dan teknik-teknik dasar tenis meja. Malam harinya, Nilam kerap diajak ayahnya ikut latihan dengan atlet-atlet senior.

Nilam tak pernah canggung dengan teman-teman latihannya yang kebanyakan laki-laki. Malahan, dia merasa senang dan nyaman. Sebab, mereka menganggap Nilam sebagai saudara sendiri. Bahkan anak sendiri.

Meski telah berusaha sedemikian rupa itu, dia gagal di even pertamanya itu. Namun, hal itu tak membuatnya surut semangat. Malahan, Nilam kian mengintensifkan latihannya dengan siapapun. Dalam waktu apapun ketika tak ada jadwal belajar dan sekolah.

Saat duduk di bangku kelas VI SD, dia mencoba peruntungannya dengan mengikuti even tingkat kabupaten. Di luar dugaan, di tingkat kecamatan dia gagal, di tingkat kabupaten dia justru berhasil menyabet juara I untuk kategori tunggal putri.

Perolehan prestasi itu semakin melecutkan semangatnya untuk terus bergelut di tenis meja. Nilam makin haus dengan pertandingan-pertandingan. Tiap ada pertandingan tingkat regional Nilam hampir tak pernah absen mengikuti.

Berbagai model latihan telah dia lahap dengan mantab. Gadis belia itu, bahkan pernah latihan menggunakan bet besi yang umumnya dipakai latihan oleh laki-laki. Hampir setiap malam menjelang pertandingan, dia latihan dengan pelatih yang sudah seperti bapaknya sendiri. Beratnya bet besi dan ratusan bola pingpong selalu menemani malam-malamnya. Itu dilakukan agar bisa bermain maksimal di setiap pertandingan.

”Pengalaman itu yang paling berkesan. Saya yang atlet ”ingusan” mampu mengalahkan atlet unggulan Jepara yang sering dapat juara I. Saya berhasil mewakili Jepara untuk berlaga di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ungkap gadis kelahiran 28 November 2001 itu.

Puluhan piagam dan belasan medali yang telah dia raih menandai perjalanan panjangnya menjadi atlet tenis meja yang kini moncer di Kota Ukir. Namanya sebagai atlet perempuan muda pun sudah tersohor di kalangan petenis meja seantero Jepara. Bahkan di luar Jepara sekalipun. Karena di tahun 2017 silam Nilam berhasil menyabet juara I pada Popda Karesidenan Pati.

Di Jepara sendiri, Nilam berhasil mencatatkan namanya sebagai juara I di gelaran bergengsi seperti Popda Kabupaten Jepara pada 2013, 2014, 2015, 2017, dan 2018. Selain itu, belasan kali gelar juara juga telah ia raih dalam lomba-lomba tingkat kecamatan atau antarklub tenis meja.

Meskipun tahun ini dia akan kuliah di Jurusan Desain Furnitur Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Nilam akan tetap menekuni hobinya itu. Bahkan, dia berniat untuk mengajukan proposal kepada pihak kampus agar menyediakan fasilitas untuk berlatih tenis meja di kampus.

”Meski saya akan kuliah bukan di jurusan olahraga, tapi saya akan tetap bermain tenis meja. Sebab, biar bagaimanapun tenis meja lah yang telah mengantarkan saya bisa berprestasi,” imbuh gadis yang mengidolakan Ma Long, atlet tenis meja asal Tiongkok dan David Jacobs, atlet tenis meja Indonesia. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia