Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Guessing Game dalam Pembelajaran Teks Deskriptif

14 Agustus 2019, 07: 53: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Dra. Suci Rahayu; Guru SMP 3 Bae, Kudus

Dra. Suci Rahayu; Guru SMP 3 Bae, Kudus (dok pribadi)

Share this      

DI era globalisasi, bahasa inggris sangat penting. Sebab menjadi bahasa internasional dan salah satu mata pelajaran ujian nasional. Mereka menganggap bahwa bahasa inggris adalah pelajaran sulit dan membosankan. Padahal tidak.

Dalam belajar bahasa inggris ada empat aspek keterampilan yang termuat dalam dua kemampuan. Pertama, kemampuan receptive. Peserta didik memahami materi pelajaran dengan kegiatan menyimak atau mendengarkan dan membaca. Kedua, kemampuan produktif. Peserta didik dapat menulis dan berbicara. Terutama peserta didik SMP, mereka masih mengalami kesulitan dalam menulis dan berbicara. Adapun materi tersebut meliputi transaksional interpersonal, functional dan monolog teks.

Descriptif text adalah salah satu monolog teks. Dalam kurikulum 2013 kelas VII semester 2 disebutkan bahwa peserta didik diharapkan dapat memahami, membedakan dan menyusun teks deskriptif. Dalam teks descriptif, peserta didik akan belajar fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan. Dan ini tidak mudah karena perbendaharaan kata mereka masih kurang dan jarang menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Berdasarkan kondisi di atas, kita sebagai  guru harus dapat menyiapkan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang kita ajarkan. Pembelajaran yang  mudah dipahami dan menyenangkan  dapat menumbuhkan motivasi dan minat peserta didik untuk belajar bahasa inggris.Salah satunya menggunakan Guessing Game atau tebak-tebakan kata.

Menurut Klipple dalam Jubaedah (2009) dikatakan bahwa ”The basic rule of guessing games is eminently simple one person knows something that another one wants to find out” artinya  aturan dasar guessing game itu sangat sederhana, seseorang tahu tentang kosa kata dan yang lain berusaha untuk menemukannya. Menurut Marriem Webste guessing game adalah sebuah permainan yang mana seseorang harus bersaing dengan orang lain atau kelompok lain untuk menebak sesuatu yang telah diberi petunjuknya. Dapat disimpulkan bahwa guessing game adalah sebuah permainan yang mana seseorang atau sebuah kelompok mencoba menjawab sebuah pertanyaan yang telah diberi beberapa kata kunci yang berhubungan dengan kata tersebut.

Adapun langkah-langkah guessing game adalah sebagai berikut:

Pertama, peserta didik yang jumlahnya 32 orang di bagi menjadi 8 kelompok. Setiap kelompok terdiri empat orang dengan tingkat kecerdasan yang berbeda. Kedua, Setiap kelompok diberi gambar binatang kesayangan atau pets yang berbeda. Ketiga, kemudian mereka diskusi dalam kelompok untuk membuat beberapa kalimat berdasarkan gambar. Keempat, satu orang perwakilan dari kelompok maju di depan kelas untuk menjawab pertanyaan kelompok lain dengan berkata Yes atau No. Dalam permainan guessing game peserta didik yang menjawab disebut knower (orang yang mengetahui) dan peserta didik yang bertanya dan penebak kata disebut quesser. Quesser diberi batasan waktu 1 menit atau sesuai perjanjian mereka. Kelompok atau individu yang dapat menebak, mengambil gambar yang sesuai dan ditempel dipapan pajang.Untuk kelompok atau individu yang membuat pertanyaan dan menebak  kata paling banyak akan mendapatkan poin.

Dengan demikian pembelajaran descriptif text menggunakan guessing game dapat meningkatkan perbendaharaan kosa kata, melatih peserta didik untuk menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris. Tentunya semua permainan dalam pembelajaran mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Secara umum guessing game dapat kita terapkan pada semua usia baik anak-anak, remaja atau orang dewasa dan juga pada materi lain seperti menebak nama orang, benda, binatang, tempat, jenis profesi dan lain lain.Guessing game juga dapat dilaksanakan antar individu atau antar kelompok. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia