alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Menengok Ponpes Al Anwar Rembang, Dari 200 Santri Jadi Delapan Ribu

09 Agustus 2019, 15: 37: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

HILIR MUDIK: Santri pondok pesantren Al Anwar 1 berjalan di gang sekitar pondok kemarin.

HILIR MUDIK: Santri pondok pesantren Al Anwar 1 berjalan di gang sekitar pondok kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Sore kemarin, santri-santri terlihat santai. Di teras-teras rumah sekitar pondok pesantren Al Anwar 1, Desa Karangmangu, Sarang, Rembang, mereka duduk sambil berbincang. Sementara, di Musala Al Anwar depan ndalem (rumah) KH Maimoen Zubair ada beberapa santri yang sedang membaca kitab. Begitu juga di lantai dua asrama pondok, santri-santri duduk bersila bersandar di tembok sambil membaca kitab. Di lorong-lorong yang sudah di cor selebar sekitar lima meter itu ramai hilir mudik para santri dan tamu-tamu. Mayoritas berbusana sarung dan peci. Karena untuk area santri perempuan memang dipisah.

Kata pengurus pondok, ada sekitar empat ribu santri putra dan seribu santri putri di pondok ini. Pondok Al Anwar 1 ini dikhususkan mengaji kitab-kitab salaf.

Dari gang tersebut sedikit ke selatan kira-kira 80 meter Jalan Pantura Tuban-Rembang. Dari pantura lalu ke Barat sekitar dua kilometer, memasuki wilayah Gondan Rejo Kalipan, Sarang, Rembang. Di Selatan jalan terdapat gapura Pondok Al Anwar 2. Suasana di pondok ini berbeda dengan di Al Anwar I yang berdempetan dengan rumah warga. Dari depan sudah berjaga satu satpam. Kemudian terdapat gerbang setinggi sekitar lima meter. Memasuki area pondok, suasananya seperti di sekolah. Ada tiga asrama santri di pondok ini. Dua asrama tiga lantai, yang satunya dua lantai. Di pondok ini ada sekitar 1.503 santri Madrasah Aliyah, sekitar 1.529 santri MTs, dan 130 santri ibtida.

Masih dalam satu wilayah, juga berdiri Al Anwar 3. Di halaman, pondok berjajar mobil-mobil. Tempat ini merupakan Sekolah Tinggi Agama Islam. Baru-baru ini juga berdiri Al Anwar 4, yang merupakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Perkembangan pondok-pondok itu tak lepas dari peran KH Maimoen Zubair. Muhammad Idror, salah satu putra KH Maimoen Zubair mengatakan, Mbah Moen mendirikan Al Anwar tepat di usia 40 tahun. Tepatnya sekitar 1968. Yang sekarang menjadi Al Anwar 1 lah yang pertama beliau dirikan. Sebelumnya beliau mendirikan musala Al Anwar.

"Beliau menetap di sini, sekitar 1968. Dulu rumahnya malah kayu dan gedek (dari ayaman bambu) gitu. Saya belum menangi. Ketika saya lahir, rumah sudah ditembok," ujar putra Mbah Moen kelahiran 7 November 1985 itu. Fungsi rumah mbah Moen sendiri pada awalnya memang untuk tempat tinggal. Tetapi beliau suka apabila tempat tinggal digunakan untuk belajar.

"Dari 1968 terus berkembang. Sampai tahun 1980 santri sekitar 200. Tahun 1990 sekitar 700. Di 2000 sekitar 1.500 untuk santri putra," ujar Gus Idror.

Seiring perkembangan zaman, Mbah Moen kemudian mendirikan Al Anwar 2. Yang memang didirikan untuk mengkuti kurikulum dari Kementerian Agama. Untuk Pondok Al Anwar 3 berdiri pada 2011, yang merupakan sekolah tinggi.

"Kampus tapi seperti pondok pesantren. Jurusannya ada Ushuludin sama Tafsir," jelasnya.

Sementara pondok Al Anwar 4 berdiri sekitar dua tahun lalu. Dengan fokus pendidikan SMK. "Jadi beliau menggandeng Kemendikbud. Jadi ada Kemenag dan Kemendikbud. Beliau senang bila menggandeng dua elemen itu," tutur gus Idror.

Leli sa'adah, salah satu alumni 1996 mengatakan, perkembangan ini memang jauh berbeda saat ia masih mondok.

"Hampir 50 persen. Bangunannya makin banyak, jalan gang juga belum dicor," ujarnya. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP