Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pimpin Apel Perdana, Plt Bupati Kudus Hartopo Soroti Pegawai Telat

30 Juli 2019, 14: 23: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

BERBARIS RAPI: Para ASN mengikuti apel perdana dipimpin Plt Bupati Kudus Hartopo di halaman Pendapa Kabupaten Kudus kemarin.

BERBARIS RAPI: Para ASN mengikuti apel perdana dipimpin Plt Bupati Kudus Hartopo di halaman Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menunjuk Wakil Bupati Kudus Hartopo sebagai Plt bupati kemarin malam saat diadakan pertemuan di command center. Kemarin pagi, Hartopo memimpin apel perdana setelah dia menjabat Plt. Dalam giat itu, ia menekankan tentang kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Lantaran masih ada yang terlambat saat mengikuti apel.

Sekitar pukul 07.00, peserta apel sudah berkumpul di depan Pendapa Kabupaten Kudus. Terlihat juga para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Begitu juga Hartopo yang sudah siap memimpin. Ia berdiri menghadap selatan, sehingga posisi menatap peserta. Ketika laporan kehadiran dari masing-masing bidang, ternyata ada yang terlambat menghadiri apel pagi.

Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang memiliki jumlah 33 pegawai. Sementara yang hadir 31, dua sisanya berketerangan izin terlambat. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dari jumlah 88 pegawai, yang hadir 79, sehingga kurang sembilan orang. Dengan keterangan empat orang cuti, tiga orang dinas luar, dan dua orang belum ada keterangan.

Untuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memiliki 36 pegawai, yang hadir 35, kurang satu peserta yang berketerangan cuti. Mendengar masih adanya ASN yang terlambat tanpa alasan jelas, pihaknya menegaskan pada hari berikutnya, para ASN yang izin harus memiliki alasan jelas.

”Izin terlambat itu kenapa, izin tidak masuk kenapa? Jadi, jangan hanya laporan hanya izin,izin, izin. Sementara ini yang izin ya orang-orang itu saja. Jadi mulai besok laporannya harus jelas, terbuka. Nggak usah ditutup-tutupi,” tegasnya.

Ia kembali menekankan agar kedisiplinan selalu dijaga. Demi untuk meningkatkan kinerja. Hartopo juga megaskan agar perilaku indisipliner diberi sanksi. ”Saya bukan kejam. Tapi saya ingin menegakkan kedisiplinan. Jadi saya harus tegas. Nanti kalau saya memberikan mutasi orang atau sanksi bahkan sampai turun jabatan ya jangan kaget. Karena itu bentuk dari kedisiplinan,” tegasnya.

Selesai barisan dibubarkan, para pegawai langsung menuju kantor masing-masing. Ruang-ruang yang sebelumnya disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah dibuka. Seperti ruang staf khusus bupati. Dilihat dari celah jendela, pada saat masih tersegel di meja dalam ruangan itu masih terdapat beberapa gelas berisi teh dan air putih. Sementara kemarin pagi meja itu sudah bersih.

Begitu juga ruang sekda. Segel di pintu sudah dilepas. Sekda Kudus Sam’ani Intakoris tampak berjalan tegap menaiki tangga menuju ruangan. Papan di samping pintu bertulisan ”SEKDA” yang di bawahnya terdapat keterangan bertuliskan ”TIDAK ADA” ia geser menjadi ”ADA”. Sam’ani pun masuk ruangannya. Tiga stafnya menyambut dengan senyum ramah.

Setelah Sam’ani memasuki ruangan, salah satu dari staf itu berdiri menuju papan tulis lalu menuliskan beberapa agenda kegiatan.

Sesusai apel pagi, aktivitas kerja di area pendapa sudah berjalan seperti biasa. ”Yang saya tekankan pemerintahan bersih dan transparan. Sudah dibuka semua (ruang yang disegel, Red). Karena KPK sendiri tidak mau pelayanan kami terganggu. Semua aktivitas normal. Semua kantor manapun bisa dipakai lagi,” ungkap Hartopo. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia